Saleh Dorong Percepatan Pembangunan Jamban Untuk Atasi Ketimpangan Sanitasi

Sedang Trending 2 jam yang lalu

SEMARANGUPDATE.COM – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, meminta pemerintah wilayah segera mempercepat penyediaan akomodasi sanitasi, khususnya jamban sehat, guna mengurangi kesenjangan akses sanitasi di masyarakat.

Ia menegaskan bahwa sanitasi dan kesiapan air bersih merupbakal kebutuhan mendasar nan berpengaruh langsung terhadap kesehatan serta kualitas hidup warga.

Menurutnya, tetap adanya masyarakat nan belum mempunyai akses sanitasi layak menjadi sinyal perlunya langkah nan lebih sigap dan tepat sasaran.

“Akses sanitasi nan layak adalah kebutuhan dasar. Pemerintah wilayah kudu mempercepat pemgedung jamban agar seluruh masyarakat bisa hidup lebih sehat,” ujarnya di Semarang.

Data menunjukkan, sebanyak 21.542 rumah tangga di Jawa Tengah tetap belum mempunyai jamban alias akomodasi sanitasi dasar nan memadai. Kondisi ini dinilai berisiko memicu beragam penyakit berpatokan lingkungan.

Saleh menekankan bahwa upaya percepatan tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur, tetapi juga kudu diiringi dengan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat.

“Selain membangun fasilitas, perlu juga edukasi agar masyarakat terbiasa menjaga kebersihan dan memanfaatkan akomodasi nan ada dengan baik,” tegas Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.

Ia juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga tingkat desa untuk memperluas cakupan jasa sanitasi, khususnya di wilayah nan tetap tertinggal.

Menurutnya, keterlibatan beragam pihak, termasuk sektor swasta dan masyarakat, perlu diperkuat agar program sanitasi melangkah lebih efektif dan hasilnya merata.

Saleh berharap, dengan percepatan pemgedung nan disertai pendekatan menyeluruh, persoalan sanitasi di Jawa Tengah dapat segera teratasi dan memberikan akibat positif bagi kesehatan masyarakat.

“Sanitasi nan baik adalah fondasi krusial untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkas Saleh.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen sebelumnya menyampaikan bahwa jumlah rumah tangga nan belum mempunyai akses sanitasi layak tetap mencapai 21.542.

Hal ini menjadi perhatian serius lantaran berangkaian erat dengan kualitas kesehatan masyarakat.

Sepanjang 2025, Pemprov Jateng telah membangun 5.328 unit jamban melalui program jambanisasi.

Namun, kebutuhan nan tetap cukup besar menunjukkan perlunya penguatan intervensi agar akses sanitasi dapat dinikmeninggal secara merata.

Menurut Taj Yasin, rumor sanitasi mempunyai kaitan langsung dengan beragam parameter kesehatan, termasuk stunting. Saat ini, nomor stunting di Jawa Tengah tercatat sebesar 9,77 persen alias sekitar 188.533 balita.

Pemgedung jamban dan penyediaan akses air bersih menjadi konsentrasi kami untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (22/4/2026) (*)

Selengkapnya
Sumber semarangupdate
-->