SEMARANGUPDATE.COM – Galeri Industri Kreatif (GIK) di Kota Lama Semarang sekarang semakin menunjukkan taringnya sebagai destinasi favorit baru bagi pelancong internasional.
Berdasarkan pantauan terbaru, galeri nan menjadi wadah produk UMKM unggulan ini mulai ramai dipadati oleh ratusan visitor mancanegara nan antusias mengeksplorasi kekayaan budaya lokal.
Meningkatnya kunjungan ini tidak lepas dari strategi pengelola nan mulai aktif menjalin kerja sama dengan beragam biro perjalanan wisata, salah satunya adalah Intercruises.
Melalui paket perjalanan trip Kota Lama hingga Sam Poo Kong, para turis diarahkan untuk singgah dan mengenal lebih dekat potensi industri imajinatif nan ada di jantung Kota Semarang ini.
Tenaga Ahli Dinas Perindustrian Kota Semarang Listyarini Meitasari mengungkapkan bahwa kehadiran visitor asing ini memberikan akibat positif nan signifikan bagi para pelsaya upaya di GIK.
“Kami mulai menggandeng biro-biro wisata seperti Intercruises dengan paket trip meliputi Kota Lama, Sam Poo Kong, dan lainnya. Hasilnya, para visitor sangat tertarik untuk berbelanja, mulai dari baju batik hingga beragam suvenir unik Semarang,” ujarnya , Jumat 24 April 2026.
Tercatat, sebanyak 370 peserta (pax) nan berasal dari Amerika, Eropa, hingga India mengikuti rombongan kali ini.
Dari total tersebut, kebanybakal dari para peserta terlihat sangat antusias memborong beragam kerajinan.
Batik unik Semarang menjadi primadona utama nan paling banyak diburu, apalagi beberapa turis tidak ragu untuk merogoh kocek hingga jutaan rupiah demi membawa pulang busana batik berkualitas.
Tak hanya urusan fesyen dan kerajinan, para turis juga diajak berpetukepalang rasa dengan mencicipi kuliner autentik.
Salah satu menu nan paling diminati adalah tahu gimbal, makanan unik Semarang nan memberikan pengalkondusif kuliner unik bagi lidah internasional.
Fenomena ini diharapkan terus konsisten seiring dengan semakin eratnya kerjasama antara pemerintah kota, penyedia jasa wisata, dan para perajin lokal.
Dengan terus diperkenalkannya GIK kepada pasar global, produk imajinatif Semarang sekarang bukan lagi sekadar pajangan, melainkan komoditas nan diakui oleh penduduk dunia. (*)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·