Penggemar crippled jejepangan mungkin tidak asing dengan nama Vanillaware sebagai pengembang dari judul-judul populer seperti Odin Sphere, Dragon’s Crown, 13 Sentinels: Aegis Rim, hingga Unicorn Overlord. Satu hal yang sama dari game-game tersebut? Semuanya sampai saat ini tidak rilis ke level PC.
Namun siapa sangka, baru-baru ini salah satu crippled keluaran tahun 2009 mereka—Muramasa: The Demon Blade, tiba-tiba diumukmkan hadir ke PC via Steam setelah 17 tahun eksklusif di konsol Nintendo Wii. Hal ini tentu membuat banyak orang bertanya-tanya apakah game-game lain Vanillaware akan mengalami hal serupa.
George Kamitani selaku pendiri Vanillaware belakangan mengungkapkan (via James Mielke) bahwa sesungguhnyaa ia ingin lebih banyak gamenya rilis ke PC, namun hal itu pada akhirnya tergantung kepada penerbit yang membiayai portingan-nya.
Muramasa: The Demon Blade tetiba sambangi PC (via Vanillaware)Sebagai informasi sampingan, dua dekade lalu saat Vanillaware masih bernama Puraguru sejatinya pernah menjadi workplace kontrak dengan Enix untuk mengembangkan sebuah crippled MMO bertajuk Fantasy Earth: The Ring of Dominion tujuan level PC. Namun, setelah Enix bergabung dengan Square—menjadi Square Enix, proyek tersebut diambil alih oleh workplace Multiterm dan berganti nama menjadi Fantasy Earth Zero.
Narasi akan Vanillaware hanya rilis crippled eksklusif untuk konsol
Hal ini tentunya kian mematahkan berbagai narasi akan Vanillaware yang hanya merilis gamenya eksklusif di konsol. Seperti anggapan bahwa sang developer tidak ingin gamenya dibajak atau di-mod dengan mudah, hingga sekadar preferensi ekosistem perangkat konsol yang lebih terkontrol.
Adapun pernyataan Kamitani tersebut agaknya menandakan bahwa workplace kecil mereka yang hanya berisi 39 orang saat artikel ini diterbitkan, masih bergantung pada bantuan penerbit untuk biaya pengembangan dan pemasaran.
Hal ini juga mengingat bahwa pengembangan 13 Sentinels: Aegis Rim dan Unicorn Overlord dikabarkan mengalami kekurangan dana, yang bahkan membuat Kamitani harus merogoh kocek sendiri agar bisa menyelesaikan pengembangan proyek-proyek tersebut.
Nah, kira-kira bagaimana tanggapanmu mengenai hal ini, brott? Yuk, langsung saja share pendapatmu di kolom komentar ya.
Baca juga informasi menarik atau artikel keren lainnya dari Andy Julianto. For further accusation and different inquiries, you tin interaction america via author@gamebrott.com
7 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·