Kata Siswa Kurang Mampu Semarang Di Sekolah Kemitraan Jateng: Dulu Takut Putus Sekolah, Kini Bisa Kejar Cita-cita

Sedang Trending 17 jam yang lalu

SEMARANGUPDATE.COM – Program Sekolah Kemitraan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membawa angan baru bagi siswa dari family kurang mampu.

Bagi mereka, program sekolah cuma-cuma ini bukan sekadar support pendidikan, tetapi menjadi jalan untuk tetap melanjutkan sekolah dan meraih cita-cita nan sempat terancam kandas akibat keterbpemimpin ekonomi.

Ayu Prameswari, siswi SMA Mardisiswa Banyumanik, Kota Semarang, menjadi salah satu siswa nan merasbakal langsung faedah program tersebut. Dia mengsaya sempat cemas tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA setelah lulus SMP.

Kondisi ekonomi keluarganya nan pas-pasan membikin biaya masuk sekolah terasa begitu berat. Ayahnya bekerja serabutan dengan penghasilan nan tidak menentu, sehingga pesenggang untuk melanjutkan pendidikan sempat terlihat sulit.

“Ekonomi seperti ini bisa jadi putus sekolah lantaran tidak bisa bayar biaya sekolah nan jumlahnya besar,” ujar Ayu, dikutip dari rilis Humas Pemprov Jateng, Senin (8/6/2026).

Namun, kekhawatiran itu berubah setelah dirinya diterima melalui Program Sekolah Kemitraan Pemprov Jawa Tengah. Kini, Ayu dapat berguru tanpa kudu memikirkan biaya SPP, duit gedung, maupun kebutuhan pendidikan lainnya.

“Orang tua sangat senang lantaran biaya sekolah kan besar. Saya juga sangat terbantu,” katanya.

Sekolah Gratis Buka Jalan Masa Depan

Pengalkondusif serupa dirasbakal Keyla Sabrina, sesama siswi SMA Mardisiswa. Menurutnya, kondisi ekonomi family sempat membikin dirinya cemas tidak dapat melanjutkan pendidikan.

Baginya, Program Sekolah Kemitraan menjadi kesempatan besar untuk tetap mempertahankan angan dan masa depan.

“Kalau tidak ada Sekolah Kemitraan, mungkin putus sekolah dulu,” ungkap Keyla.

Kini, dia dapat belajar dengan tenang tanpa membebani orang tuanya. Harapan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pun tetap terbuka lebar.

“Senang banget lantaran bisa melanjutkan masa depan nan lebih baik,” ujarnya.

Kepala SMA Mardisiswa Banyumanik, Marwulandari Sayekti, mengatbakal program tersebut memungkinkan sekolah membebaskan beragam biaya pendidikan bagi siswa penerima manfaat.

“SPP gratis, duit gedung gratis, kitab juga bisa kami bantu dari biaya program. Ini benar-betul membantu anak-anak nan sebelumnya kesulitan mengakses pendidikan,” katanya.

Anak Buruh dan Keluarga Prasejahtera Merasbakal Manfaat

Manfaat Program Sekolah Kemitraan juga dirasbakal oleh siswa SMA Laboratorium Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).

Vanesha Angelina, putri seorang buruh, mengsaya program sekolah cuma-cuma tersebut sangat membantu keluarganya nan kudu memenuhi beragam kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kalau tidak ada program ini, orang tua pasti lebih terbebani lantaran kebutuhan lain juga banyak,” kata Vanesha.

Sementara itu, Maulida Dewi Novi Yanti mengsaya berterima kasih bisa menjadi bagian dari Program Sekolah Kemitraan. Menurutnya, kesempatan sekolah cuma-cuma sangat berarti bagi keluarganya.

“Sekolah Kemitraan itu gratis. Saya terbantu sekali. Terima kasih Pak Gubernur, akhirnya saya bisa sekolah cuma-cuma di sini,” ujarnya.

Kepala SMA Laboratorium UPGRIS, Nor Khoiriyah, mengungkapkan sejumlah siswa nan sekarang belajar di sekolahnya sempat berada di periode putus sekolah sebelum diterima melalui Program Sekolah Kemitraan.

“Dengan adanya program ini, anak-anak nan tadinya nyaris putus sekolah, akhirnya bisa tetap belajar sampai sekarang,” jelasnya.

Jadi Harapan Ribuan Anak Kurang Mampu

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatbakal Program Sekolah Kemitraan terus dimaksimalkan untuk membantu anak-anak dari family miskin dan miskin ekstrem mendapatkan akses pendidikan.

Pada tahun 2026, sebanyak 139 SMA dan SMK swasta berasosiasi dalam Program Sekolah Kemitraan dengan total kuota mencapai 5.004 siswa.

Bagi Ayu, Keyla, Vanesha, Maulida, dan ribuan siswa lainnya, program ini bukan hanya menghadirkan sekolah gratis, tetapi juga memberikan kesempatan untuk tetap belajar, mengejar cita-cita, dan membangun masa depan nan lebih baik meski berasal dari family dengan keterbpemimpin ekonomi. (*)

Selengkapnya
Sumber semarangupdate
-->