Menteri Lingkungan Hidup Puji Bulusan Edu Park, Inovasi Sampah Warga Semarang Jadi Contoh Ekonomi Sirkular

Sedang Trending 12 jam yang lalu

SEMARANGUPDATE.COM – Upaya pengelolaan sampah nan digerakkan masyarakat Kelurahan Bulusan, Keckajian Tembalang, mendapat perhatian dan apresiasi dari Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Jumhur Hidayat.

Didampingi Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, Menteri mengunjungi Kebun Bulusan Edu Park pada Selasa (2/6), sebuah area nan berkembang menjadi pusat edukasi lingkungan sekaligus praktik ekonomi sirkular berpatokan masyarakat.

Kunjungan tersebut bermaksud meninjau secara langsung penerapan teknologi BIOWASH PROMIC nan digunbakal untuk mengolah sampah organik.

Inovasi nan dikembangkan Yayasan Peduli Lingkungan Penghijauan Melindungi Bumi dari Polusi itu memanfaatkan bioaktivator berpatokan mikroorganisme guna mempercepat proses penguraian sampah menjadi media tanam, pupuk, dan nutrisi tankondusif nan ramah lingkungan.

Tidak hanya konsentrasi pada pengelolaan sampah, Kebun Bulusan Edu Park juga menjadi wadah pembelaliran lingkungan, penghijauan, urban farming, serta pemberdayaan masyarakat.

Berawal dari inisiatif penduduk RT 04 RW 04 Kelurahan Bulusan, gerbakal tersebut sekarang berkembang menjadi salah satu contoh penerapan ekonomi sirkular nan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Jumhur menilai keberhasilan penduduk Bulusan menunjukkan bahwa solusi atas persoalan sampah dapat lahir dari masyarakat dan memberikan faedah nyata bagi lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan warga.

“Dari RT di Kota Semarang melahirkan satu pendapat bahwa rupanya sampah itu menguntungkan dan itulah ekonomi sirkular. Sampah bukan masalah, apalagi bisa menjadi bagian dari peningkatan aktivitas ekonomi,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah sangat dipengaruhi oleh kearifan lokal nan berkembang di setiap daerah.

Karena itu, pemerintah perlu membuka ruang bagi beragam penemuan masyarakat agar dapat tumbuh sesuai dengan kebutuhan dan karakter wilayah masing-masing.

Ia menambahkan, model pengelolaan sampah nan diterapkan di Bulusan menjadi contoh nyata gimana inisiatif penduduk dapat selaras dengan sasaran nasional dalam pengurangan sampah dan pengembangan ekonomi sirkular.

“Kami lebih optimis sasaran pengelolaan sampah nasional bisa tercapai jika dibangun melalui semangat dari bawah. Prakarsa nan kuat dari masyarakat berjumpa dengan support negara bakal menjadi ledbakal kebaikan,” katanya.

Apresiasi tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Semarang di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng nan terus memperkuat pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga hingga hilir.

Berbagai program seperti Semarang Wegah Nyampah, pengembangan bank sampah, ekonomi sirkular, dan edukasi masyarakat terus digencarkan untuk mendorong perubahan perilsaya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

“Hingga tahun 2025, Kota Semarang mempunyai 857 bank sampah aktif dengan 15.725 nasabah. Sampah nan sukses dikelola mencapai 1.705,7 ton per tahun dengan nilai ekonomi sirkular mencapai Rp1,99 miliar. Pada tahun 2026, jumlah bank sampah ditargetkan meningkat menjadi 1.486 unit dengan proyeksi pengelolaan sampah mencapai 2.823,4 ton per tahun,” terang Agustina.

Agustina menegaskan, keberhasilan nan tumbuh di Bulusan membuktikan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berakibat pada kebersihan lingkungan, tetapi juga bisa menciptbakal pesenggang ekonomi, memperkuat semangat gotong royong, serta membangun budaya hidup berkepanjangan di tengah masyarakat.

Pemerintah Kota Semarang berambisi inisiatif nan berkembang di Kebun Bulusan Edu Park dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah berpatokan potensi lokal, sehingga semakin banyak gerbakal masyarakat nan berkontribusi mewujudkan kota nan bersih, sehat, dan berkelanjutan. (*)

Selengkapnya
Sumber semarangupdate
-->