Dprd Semarang Dorong Ripparda 2026–2045 Untuk Perkuat Pariwisata Berkelanjutan

Sedang Trending 4 jam yang lalu

SEMARANGUPDATE.COM — Frtindakan PKS DPRD Kota Semarang mendorong penyusunan Rencana Induk Pemgedung Kepariwisataan Daerah (Ripparda) Tahun 2026–2045 sebagai langkah krusial untuk memperkuat arah pemgedung sektor pariwisata di Kota Semarang.

Dokumen tersebut dinilai dapat menjadi pedoman dalam menciptbakal pariwisata nan terencana, berkelanjutan, dan bisa memberikan akibat ekonomi bagi masyarakat.

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Siti Roika, mengatbakal keberadaan Ripparda dibutuhkan untuk menjawab tantangan pengembangan sektor wisata di masa mendatang.

Selain itu, penyusunan arsip tersebut juga merupbakal tindak lanjut petunjuk Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 2009 mengenai Kepariwisataan.

“Pemgedung pariwisata kudu dilakukan secara sistematis, terintegrasi, berkelanjutan, dan berpatokan kualitas destinasi. Dengan begitu, arah pengembangan wisata Kota Semarang bakal lebih jelas dan terukur,” ujarnya.

Menurut wanita nan berkawan disapa Ika itu, pengembangan pariwisata kudu memberikan faedah nyata bagi masyarakat sekitar.

Kawasan wisata, kata dia, tidak cukup hanya menjadi daya tarik pengunjung, tetapi juga kudu bisa meningkatkan kesejahteraan penduduk tanpa menimbulkan akibat negatif terhadap lingkungan maupun kondisi sosial masyarakat.

Ia menilai pengembangan sektor wisata memerlukan sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, menurutnya, perlu bekerja sama dengan OPD lain nan menangani tata ruang, permukiman, hingga lingkungan hidup untuk mendukung infrastruktur, sanitasi, serta pengelolaan sampah di area wisata.

Selain itu, Siti Roika juga menyoroti pentingnya peningkatan aksesibilitas serta pemberdayaan pelsaya UMKM agar akibat ekonomi sektor pariwisata dapat dirasbakal lebih luas.

Ia menilai pelsaya upaya lokal mempunyai peran strategis dalam membangun ekosistem wisata nan sehat dan berkekuatan saing.

Menurutnya, Kota Semarang mempunyai potensi besar di beragam sektor wisata seperti heritage, kampung wisata, kuliner, hingga MICE.

Melalui penyusunan Ripparda 2026–2045, dia berambisi sektor perhotelan dan aktivitas MICE nan sempat terdampak pandemi dapat kembali tumbuh.

“Semarang mempunyai potensi besar pada wisata heritage, kampung wisata, kuliner, hingga MICE. Dengan Ripparda ini, kami berambisi sektor hotel dan aktivitas MICE nan sempat menurun pascapandemi bisa bangkit kembali,” katanya.

Ia berambisi penyusunan Ripparda bisa memperkuat posisi Kota Semarang sebagai lokasi wisata sejarah dan budaya nan ikonik.

Dengan perencanaan nan matang, sektor pariwisata diyakini dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi wilayah dalam jnomor panjang. (*)

Selengkapnya
Sumber semarangupdate
-->