SEMARANGUPDATE.COM – Pemerintah Kota Semarang resmi menghadirkan SDG’S (Semarang Dalam Genggaman), sebuah platform digital nan mengintegrasikan beragam jasa publik ke dalam satu aplikasi.
Melalui platform ini, masyarakat dapat mengakses beragam jasa pemerintah, mulai dari manajemen kependudukan, jasa kesehatan, pengkompetisi warga, hingga pemgaji pajak secara lebih praktis dan terpusat.
Aplikasi tersebut diluncurkan langsung oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng berbareng Korea Internet & Security Agency (KISA) dari Korea Selatan di Lobi Balai Kota Semarang, Kamis (11/6/2026).
Kehadiran SDG’S menjadi langkah baru Pemkot Semarang dalam mempercepat digitalisasi pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Agustina, pengembangan SDG’S merupbakal bagian dari upaya berkepanjangan untuk memperkuat transformasi digital sekaligus menjaga posisi Semarang sebagai salah satu kota pandai di Indonesia.
Platform ini bakal terus disempurnbakal agar bisa menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih optimal.
“Kalau tidak dijalankan dari sekarang, Kota Semarang tidak bakal tahu apa saja kekurangannya. Karena itu platform ini terus kami kembangkan dan perbaiki agar ke depan semakin optimal melayani masyarakat,” ujar Agustina.
Ia menambahkan, SDG’S dihadirkan untuk memangkas kerumitan akses jasa publik. Warga sekarang tidak perlu lagi berpindah-pindah aplikasi alias situs untuk mengurus beragam kebutuhan administrasi.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Semarang, Didik Dwi Hartono, mengatbakal SDG’S menggabungkan jasa dari lebih dari 22 organisasi perangkat wilayah (OPD) dalam satu sistem nan saling terhubung.
Selama ini, jasa digital pemerintah tetap melangkah secara terpisah sehingga masyarakat kudu membuka banyak platform berbeda untuk mengakses jasa nan dibutuhkan.
“Platform SDG’S datang untuk menjawab persoalan tersebut. Warga cukup menggunbakal satu aplikasi untuk mengakses beragam jasa publik nan sudah terintegrasi,” katanya.
Didik menjelaskan, platform ini dilengkapi sistem verifikasi identitas digital nan kondusif melalui metode Know Your Customer (KYC) dan autentikasi berpatokan perangkat.
Data pengguna tetap dikelola dan berada di bawah kendali Pemerintah Kota Semarang.
Dengan sistem tersebut, proses verifikasi pengguna antarperangkat wilayah dapat dilakukan lebih sigap tanpa perlu pengumpulan info berulang.
Sementara itu, CEO KISA sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. John Choi, menilai SDG’S sebagai salah satu penerapan jasa publik digital paling maju nan diterapkan di tingkat kota metropolitan.
“Layanan SDG’S mewakili ekosistem jasa publik jarak jauh penuh pertama di bumi nan diterapkan untuk populasi sekitar satu juta penduduk,” ujarnya.
John menjelaskan, platform tersebut memungkinkan beragam arsip resmi diubah menjadi identitas digital nan kondusif menggunbakal teknologi Verifiable Credentials (VC).
Beragam arsip seperti Kartu Identitas Anak (KIA), kartu pelajar, hingga kartu jasa transportasi dapat terhubung dalam satu ekosistem digital sehingga pengguna cukup melakukan satu kali verifikasi untuk mengakses beragam layanan.
Peluncuran SDG’S sekaligus mempertegas komitmen Kota Semarang dalam mengembangkan pemerintahan berpatokan digital guna menghadirkan jasa publik nan lebih cepat, aman, dan terintegrasi bagi masyarakat. (*)
12 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·