SEMARANGUPDATE.COM – Pemerintah Kota Semarang terus mendorong kebangkitan area Pasar Johar sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui peresmian New PM (New Pasar Maling) nan berada di kompleks Pasar Johar.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meninjau langsung area tersebut pada Senin (15/6). Ia berambisi kehadiran New PM dapat meningkatkan aktivitas perdagangan sekaligus menarik lebih banyak visitor ke Pasar Johar.
Menurut Agustina, Pasar Johar perlu berkembang mengikuti perubahan perilsaya konsumen nan sekarang banyak beranjak ke transtindakan digital.
Karena itu, pasar tradisional kudu menghadirkan konsep nan lebih adaptif dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat masa kini.
“Ya mudah-mudahan menjadi tambahan pedagang dan keramaian. Saya mau Pasar Johar ramai dengan beragam macam aktivitas nan tidak hanya berjualan, tetapi juga ada aktivitas seni, olahraga, dan lain-lain,” ujar Agustina, Senin (15/6).
Menurutnya, tantangan pasar tradisional saat ini berbeda dengan masa lalu. Perubahan pola shopping masyarakat nan beranjak ke platform daring membikin pasar kudu bisa berpenyesuaian dengan perkembangan zaman.
“Sekarang zamannya online. Banyak nan meninggalkan Pasar Johar lantaran berdagang secara online. Karena itu pasar kudu menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan,” katanya.
Agustina menilai area New PM mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi ruang nan lebih kreatif. Selain aktivitas perdagangan, area tersebut dapat dipadukan dengan aktivitas seni budaya, pelatihan, hingga sentra kuliner unik Kota Semarang.
Ia apalagi mengungkapkan rencana memanfaatkan area kosong di bagian atas gedung sebagai etalase produk UMKM nan ditampilkan secara bergantian.
“Yang kosong di ujung sana bakal saya jadikan etalase berkala. Bisa gantian setiap minggu. Teman-teman pedagang di sini juga bisa ikut. Pelatihan juga bisa dilakukan di sini, jadi tidak perlu ke hotel,” jelasnya.
Agustina juga membuka kemungkinan hadirnya deretan kuliner unik Semarang nan menjadi daya tarik baru bagi visitor Pasar Johar.
“Mungkin bisa jadi kumpulan makanan unik Kota Semarang jadi satu. Ini sedang dicari formatnya. Karena pasar itu kudu menyesuaikan dengan kemauan pelanggan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva mengatbakal antusiasme pedagang terhadap New PM cukup tinggi.
Hingga saat ini tercatat sebanyak 912 pedagang telah mendaftar untuk menempati lapak nan disediakan.
“Ada 912 pedagang nan mendaftar. Harapan kami New PM ini bisa mengembalikan kejayaan Pasar Maling nan dulu menjadi ikon Kota Semarang,” kata Aniceto.
Menurutnya, konsep New PM tetap mempertahankan identitas Pasar Maling nan sudah dikenal masyarakat selama puluhan tahun, namun dikemas dengan tampilan dan suasana nan lebih baru.
“New PM itu Pasar Maling model baru. Jadi identitasnya tetap ada, hanya dikembangkan menjadi lebih baik,” ujarnya.
Saat ini tingkat keterisian lapak di area tersebut telah mencapai lebih dari 80 persen alias sekitar 800 pedagang aktif. Mayoritas pedagang nan sudah menempati letak menjual busana dan produk kuliner.
“Yang sudah mengisi lebih banyak busana dan kuliner campuran. Nanti lantai 2, lantai 3, dan lantai 4 bakal kita isi semua,” jelasnya.
Untuk menarik minat pengunjung, Disdag Kota Semarang bakal melakukan sejumlah pertimbangan dan strategi promosi.
Salah satunya memastikan nilai peralatan tetap kompetitif serta produk nan dijual mempunyai karakter berbeda dengan area perdagangan lain di Pasar Johar.
Selain itu, promosi melalui influencer dan media juga bakal diperkuat agar masyarakat mengetahui keberadaan wajah baru Pasar Johar tersebut.
“Kita bakal menggandeng influencer dan media untuk memperkenalkan bahwa di Pasar Johar sekarang ada perihal baru, ialah New PM,” pungkasnya. (*)
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·