Dprd Jateng Dukung Psel Sebagai Solusi Pengolahan Sampah Dan Energi Alternatif

Sedang Trending 10 jam yang lalu

SEMARANGUPDATE.COM – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menyatbakal dukungannya terhadap pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus menciptbakal sumber daya ramah lingkungan.

Menurut Saleh, peningkatan volume sampah nan terus terjadi kudu diimbangi dengan penemuan pengelolaan nan modern dan berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi daya dinilai bisa memberikan faedah gkamu bagi lingkungan dan masyarakat.

“Pengolahan sampah menjadi daya listrik merupbakal solusi nan sangat baik untuk menjawab persoalan sampah sekaligus mendukung daya ramah lingkungan,” ujar Saleh di Semarang.

Ia menjelaskan, persoalan sampah sekarang menjadi tantangan serius di beragam wilayah. Berdasarkan info nan ada, jumlah sampah di Jawa Tengah mencapai sekitar 6,3 juta ton setiap tahun. Karena itu, diperlukan penanganan menyeluruh agar persoalan lingkungan tidak semakin kompleks.

Pemerintah pun berencana mengembangkan akomodasi PSEL di tiga area prioritas berpatokan aglomerasi nan selama ini menghadapi persoalan sampah cukup besar.

Kawasan Semarang Raya menjadi salah satu konsentrasi utama, meliputi Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Demak. Lokasi pemgedung akomodasi PSEL direncanbakal berada di Kota Semarang.

Selain itu, area Pekalongan Raya nan terdiri atas Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Batang juga bakal mempunyai akomodasi PSEL di Kota Pekalongan.

Sementara untuk area Tegal Raya nan mencakup Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes, pemgedung akomodasi direncanbakal berada di Kabupaten Tegal.

Tak hanya mendukung PSEL, Saleh juga mengapresiasi penerapan sistem refuse derived fuel (RDF) nan saat ini telah dijalankan di sedikitnya 18 kabupaten/kota di Jawa Tengah melalui kerja sama dengan industri semen.

Menurutnya, beragam penemuan tersebut menunjukkan bahwa sampah mempunyai potensi ekonomi dan daya jika dikelola secara tepat.

Meski demikian, dia menekankan bahwa penanganan sampah tidak cukup hanya dilakukan di sektor hilir melalui teknologi pengolahan. Kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari rumah tangga tetap menjadi ftokoh utama keberhasilan pengelolaan lingkungan.

Ia juga mendorong penguatan peran bank sampah di tingkat desa dan kelurahan agar bisa mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Kalau pengelolaan sampah dilakukan dengan baik, bukan hanya lingkungan menjadi bersih, tetapi juga bisa membuka pesenggang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah tersebut.

Saleh berambisi sinergi antara pemerintah, masyarakat, bumi usaha, hingga organisasi lingkungan dapat terus diperkuat agar persoalan sampah di Jawa Tengah dapat tertangani secara efektif dan berkelanjutan.

“Harapannya sinergi antara pemerintah, masyarakat, bumi usaha, dan organisasi lingkungan terus diperkuat agar persoalan sampah dapat tertangani secara lebih efektif dan berkelanjutan,” harapnya.

Selengkapnya
Sumber semarangupdate
-->