Pemkot Semarang Bergerak Cepat Tangani Siswi Korban Pembakaran Di Semarang Utara

Sedang Trending 21 jam yang lalu

SEMARANGUPDATE.COM – Pemerintah Kota Semarang bergerak sigap dalam menangani kasus tragis nan dialami seorang siswi kelas 2 SMP berinisial T, korban pembakaran nan diduga dilakukan oleh pamannya di area Tambakmulyo, Semarang Utara.

Atas pengarahan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, Cbanget Semarang Utara Siwi Wahyuningsih berbareng jaliran kelurahan langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah lembaga terkait, seperti DP3A, Dinas Sosial, dan Rumah Sakit Umum Daerah K.R.M.T Wongsonegoro (RSWN).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan korban memperoleh perlindungan serta penanganan medis nan memadai, setelah sebelumnya terkendala biaya pengobatan.

Upaya tersebut menjadi corak respons sigap sekaligus kepedulian pemerintah kota terhadap warganya nan mengalami musibah.

“Kami juga sampaikan bahwa atas petunjuk dari Ibu Wali Kota, kita lakukan atensi, intervensi terhadap korban. nan pertama kita lakukan adalah berkoordinasi dengan DP3A mengenai dengan pelindungan wanita dan anak, lantaran ini korbannya adalah di bawah umur, SMP kelas 2,” ujar Cbanget Semarang Utara, Siwi Wahyuningsih, pada Rabu (22/4).

Penanganan diawali dengan pendampingan serta asesmen berbareng Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang.

Sebelumnya, korban sempat dirawat di rumah sakit swasta, namun kudu dipulangkan lantaran keterbpemimpin biaya.

Melihat kondisi tersebut, pihak keckajian berbareng DP3A kemudian merujuk korban ke RSWN agar mendapatkan perawatan nan lebih intensif.

“Karena tidak bisa di-cover oleh BPJS, lantaran kemarin kan dibawa ke rumah sakit swasta. Nah, setelah itu dengan adanya kita memberikan support berbareng DP3A, pendampingan DP3A, ini kita kirim ke RSWN untuk dilakukan pemeriksaan pengobatan secara intensif,” jelasnya.

Korban diketahui mengalami luka bakar sekitar 30 persen nan meliputi bagian lengan kanan hingga punggung.

Selain penanganan medis, Dinas Sosial juga telah menyalurkan support kebutuhan pokok guna membantu family selama proses pemulihan.

“Luka sekitar 30 persen. Makanya kita pemindahan lantaran takutnya (luka) rentan sama bakteri, sama virus,” tutup Siwi. (*)

Selengkapnya
Sumber semarangupdate
-->