Loff 2026 Diluncurkan, Semarang Bidik Jadi Pusat Sinema Dunia

Sedang Trending 7 jam yang lalu

SEMARANGUPDATE.COM — Kota Semarang semakin menegaskan ambisinya menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri perfilman nasional melalui peluncuran Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026 nan digelar di area Lawang Sewu, Jumat (22/5/2026) malam.

Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, pagelaran movie pendek tersebut tampil dengan wajah baru dan arah pengembangan nan lebih luas.

Tidak hanya menjadi arena apresiasi karya, LOFF 2026 juga membawa sasaran jnomor panjang untuk membangun ekosistem perfilman nan berkepanjangan dan memperkuat posisi Semarang sebagai kota imajinatif nan bisa melahirkan karya sinema berkekuatan saing global.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyampaikan apresiasi kepada organisasi film, kalangan akademisi, serta generasi muda nan dinilai konsisten membangun fondasi gerbakal budaya melalui pagelaran ini sejak penyelenggaraan perdana tahun lalu.

Menurutnya, tema LOFF 2026 nan mengangkat narasi “Seribu Pintu Menuju Sinema Dunia, Semarang Berkisah untuk Cerita Dunia” mencerminkan pertemuan antara kekayaan sejarah Kota Semarang dengan perkembangan industri imajinatif dan perfilman masa kini.

“Lawang Sewu nan berarti seribu pintu ini diibaratkan sebagai pintu nan terbuka lebar bagi para sineas tanah air untuk menyampaikan kisah-kisahnya kepada dunia. Melalui pagelaran ini, kita mau menjadikan Semarang sebagai ruang produktif tempat tradisi berjumpa dengan penemuan kreatif, sekaligus menjadi jembatan bagi karya movie pendek Indonesia untuk mendunia,” kata Agustina saat membuka acara.

Rangkaian program LOFF 2026 bakal berjalan selama lima bulan, dimulai sejak Mei dan mencapai puncak aktivitas pada Oktober mendatang.

Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, tahun ini pagelaran dikembangkan dengan konsep nan lebih menyeluruh melalui beragam agenda terintegrasi, mulai dari forum obrolan Lawang Talks, Workshop & Mini Lab, support pendanaan lewat LOFF Film Fund, hingga penyediaan ruang eksibisi dan jejaring industri melalui LOFF Market dan Film Week.

Agustina menegaskan, penyusunan rangkaian program dari hulu hingga hilir tersebut menjadi corak support konkret pemerintah wilayah dalam menjaga keberlanjutan industri imajinatif di Kota Semarang.

Pemerintah Kota Semarang, lanjutnya, berkomitmen membuka ruang nan lebih luas bagi pelsaya industri digital dan imajinatif agar bisa menghasilkan karya berbobot ekonomi tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.

“Pemkot Semarang memberikan support penuh agar industri imajinatif kita mempunyai ruang nan sehat untuk berkembang melalui semangat belajar, berkarya, dan berlayar. Kami mau memfasilitasi para pembuat muda agar mereka tidak hanya produktif menciptbakal karya, tetapi juga bisa berlayar membawa narasi-narasi lokal ke panggung komersial nan lebih luas,” ujarnya.

Peluncuran LOFF 2026 juga ditumpama dengan penguatan kualitas kejuaraan melalui keterlibatan sejumlah tokoh perfilman nasional sebagai majelis juri.

Nama-nama seperti Hanung Bramantyo, Nirina Zubir, hingga Yandy Laurens dipastikan bakal terlibat sepanjang pagelaran berjalan untuk memberikan penilaian sesuai standar industri perfilman profesional.

Agustina berambisi kehadiran para pelsaya industri tersebut dapat menjadi ruang transfer pengetahuan bagi organisasi movie pendek di Indonesia.

Ia optimistis sinergi antara support pemerintah, kekuatan ruang bersejarah, dan pendampingan ahli bakal mempercepat langkah Semarang menuju status Cinematic City nan bisa bersaing di tingkat global.

“Kehadiran para sineas senior nasional sebagai majelis juri menjadi tolok ukur nan sangat berbobot bagi peserta untuk menguji kualitas karya mereka. Saya berambisi lewat pagelaran ini bakal lahir generasi baru nan berdikari secara imajinatif dan bisa menjadikan sektor perfilman sebagai motor penggerak baru ekonomi kota,” pungkasnya. (*)

Selengkapnya
Sumber semarangupdate
-->