Kemitraan Canva Komdigi: Genjot Talenta Digital & Sebar 8.000 Akun Pro

Sedang Trending 1 hari yang lalu

CEKLANGSUNG.COM – Bayangkan sebuah platform kreasi nan bisa melahirkan satu miliar karya baru hanya dalam kurun waktu satu tahun pada 2025. Angka dahsyat inilah nan dibawa Canva ke meja perundingan berbareng pemerintah Indonesia. Kemitraan Canva Komdigi nan baru saja diresmikan di Jakarta bukan sekadar seremonial tkamu tangan di atas kertas, melainkan sebuah langkah taktis untuk memastikan talenta digital Tanah Air tidak hanya menjadi penonton di era ekonomi visual nan kian masif.

Pada tanggal 6 Februari 2026, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia secara resmi menggandeng Canva melalui Penandatanganan Nota Kesepahkondusif Bersama (MoU). Langkah ini diambil sebagai respons sigap pemerintah untuk memperkuat ekosistem digital nasional nan kian menuntut produktivitas praktis. Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital, menyoroti bahwa kerjasama ini adalah perwujudan nyata dari prinsip “Terhubung, Tumbuh, Terjaga” nan diusung kementeriannya.

Fokus utamanya jelas: memperluas keahlian digital masyarakat, mulai dari pelsaya UMKM, pendidik, hingga generasi muda. Di tengah gempuran teknologi otomasi, keahlian komunikasi visual menjadi mata duit baru nan sangat berharga. Anda mungkin bertanya, seberapa besar akibat nan diharapkan dari kerja sama ini? Pemerintah menargetkan ekonomi digital bisa berkontribusi sebesar Rp206,16 triliun pada tahun 2029, dan inisiatif seperti ini adalah bahan bakarnya.

Akselerasi Ekonomi Lewat Desain Visual

Dalam lanskap ekonomi modern, visual bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan inti dari komunikasi pemasaran dan branding. Kemitraan ini dirancang untuk menyuntikkan keahlian tersebut langsung ke jantung masyarakat. Canva dan Komdigi sepakat untuk menjalankan beragam prakarsa pemberdayaan nan menyasar sektor-sektor krusial. Tujuannya adalah membantu perseorangan maupun organisasi agar lebih lincah berpenyesuaian dengan dinamika pasar.

Meutya Hafid menegaskan bahwa literasi digital tidak boleh berakhir pada tataran teori. “Kegiatan hari ini adalah corak kerjasama Komdigi dengan Canva untuk menguatkan literasi digital kepada banyak masyarakat dan untuk meningkatkan produktivitas digital,” ujarnya. Hal ini sejalan dengan Visi Indonesia Digital 2045 nan menuntut inklusivitas teknologi bagi masyarakat awam, bukan hanya bagi mereka nan berada di kota-kota besar.

Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk memastikan Kompas Inovasi digital Indonesia tetap mengarah pada produktivitas nyata. Dengan membekali masyarakat keahlian kreasi nan didukung teknologi AI, halangan teknis nan selama ini membatasi pelsaya upaya mini untuk tampil ahli dapat dipangkas secara signifikan.

Integrasi LMS dan Ribuan Voucher Pro

Salah satu poin paling menarik dari kemitraan Canva Komdigi ini adalah aspek praktisnya. Tidak hanya berbincang soal visi, Canva berkomitmen memberikan support prasarana dan akses premium. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian bakal bekerja bahu-membahu dengan Canva untuk mengintegrasikan konten pembelaliran kreasi langsung ke dalam Sistem Manajemen Pembelaliran (Learning Management System/LMS) milik pemerintah.

Langkah ini memastikan bahwa materi training berbobot standar dunia dapat diakses secara luas. Lebih jauh lagi, Canva menyedibakal 8.000 voucher Canva Pro nan dialokasikan unik bagi staf Komdigi dan jaringan kerjanya. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan para pelayan publik dan penyedia digital mempunyai perangkat terbaik dalam menjalankan tugas mereka, sekaligus menjadi contoh bagi organisasi nan mereka bina.

Stefani Herlie, Country Manager Canva Indonesia, menekankan bahwa teknologi AI nan tertanam dalam platform mereka bakal menjadi game changer. “Kerjasama ini mempertemukan perangkat komunikasi visual Canva—yang mudah digunbakal dan didukung teknologi AI—dengan visi nasional Komdigi,” ungkapnya. Hal ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengekspresikan buahpikiran dengan lebih bening dan percaya diri, sebuah soft skill nan krusial untuk bersaing di level dunia maupun domestik, layaknya upaya Membangun Pusat Data talenta imajinatif nan tangguh.

Kolaborasi ini pada akhirnya bukan hanya tentang aplikasi desain, melainkan tentang membuka akses. Ketika perangkat canggih berjumpa dengan kebijbakal nan mendukung, potensi pertumbuhan ekonomi imajinatif Indonesia bisa melesat jauh melampaui prediksi. Dengan sasaran ambisius di tahun 2029, sinergi antara pemerintah dan platform dunia seperti Canva menjadi fondasi nan vital untuk memastikan tidak ada talenta Indonesia nan tertinggal di masa depan.

Selengkapnya
Sumber Telset
-->