Jangan Asal Konsumsi Herbal Saset, Ini Dampaknya Bagi Tubuh

Sedang Trending 6 jam yang lalu

SEMARANGUPDATE.COM – Produk herbal dalam bungkusan saset sudah lama menjadi pilihan sigap bagi masyarakat saat merasa masuk angin alias kondisi tubuh menurun. Sensasi hangat dan pengaruh lega nan ditawarkan membuatnya seolah kondusif dikonsumsi kapan saja. Namun, dugaan bahwa semua nan bercap “herbal” pasti kondusif tidak sepenuhnya benar.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa beberapa kandungan dalam obat herbal bungkusan berpotensi menimbulkan pengaruh samping, terutama jika digunbakal secara berlebihan. Salah satu bahan nan sering ditemukan adalah ekstrak kayu angin (Usnea missaminensis), nan mengandung senyawa aktif masam usnat alias usnic acid.

Meski berasal dari alam, masam usnat bukan tanpa risiko. Jika terakumulasi dalam tubuh, senyawa ini dapat memberikan tekanan pada organ hati. Hal ini menjadi perhatian serius di kalangan akademisi dan praktisi kesehatan.

Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Agung Endro Nugroho, mengingatkan bahwa masyarakat tidak boleh terlena dengan label alami. “Obat alam itu tetap obat. Prinsipnya, semua unsur bisa menjadi racun jika tidak digunbakal secara tepat guna,” tegas Prof. Agung seperti dikutip dari lkondusif resmi UGM.

Ia juga menekankan bahwa konsumsi obat herbal tidak boleh sembarangan, terlebih jika dikombinasikan dengan obat lain tanpa dasar medis nan jelas. Risiko intertindakan dan pengaruh samping bisa meningkat tanpa disadari.

Peringatan ini sejalan dengan temuan dari Memorial Sloan Kettering Cancer Center nan melaporkan adanya kaitan antara konsumsi suplemen berpatokan masam usnat dengan kasus kerusbakal hati nan serius.

Dari sisi ilmiah, kerusbakal tersebut terjadi pada tingkat sel. Asam usnat dapat memicu stres oksidatif nan merusak mitokondria, ialah komponen sel nan berfaedah menghasilkan energi. Ketika kegunaan ini terganggu, sel-sel hati tidak bisa bekerja optimal dan berujung pada kerusakan.

Dalam publikasi di jurnal Mmari Clinic Proceedings, pernah dilaporkan kasus kandas hati akut pada pasien nan rutin mengonsumsi suplemen dengan kandungan masam usnat selama beberapa bulan. Kondisinya memburuk dalam waktu singkat hingga memerlukan transplantasi hati.

Kasus-kasus tersebut mendorong Food and Drug Administration (FDA) untuk menarik produk berbahan masam usnat dari pasaran pada tahun 2001.

Sementara di Indonesia, Badan Penghati-hati Obat dan Makanan (BPOM) tetap membuka ruang pemanfaatan obat bahan alam, tetapi dengan pengawasan ketat. Produk kudu melalui uji keamanan, mutu, serta pembuktian klinis sebelum beredar luas.

Prof. Agung kembali mengingatkan pentingnya peran konsumen dalam menjaga keselkajian diri. “Cek registrasi BPOM adalah langkah paling awal. Kalau tidak terdaftar, laporkan ke balai pengawas. Ini krusial untuk melindungi masyarakat,” pesannya.

Pada akhirnya, herbal saset tetap bisa digunbakal sebagai solusi sementara untuk keluhan ringan. Namun, penggunaan nan berlebihan alias tanpa memahami kandungan produk justru bisa membawa akibat sebaliknya. Membaca label, mengikuti patokan pakai, dan bersikap kritis terhadap klaim “alami” menjadi langkah sederhana nan krusial dilakukan.

Selengkapnya
Sumber semarangupdate
-->