SEMARANGUPDATE.COM — Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, meminta program Dokter Spesialis Keliling (Speling) nan dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus diperluas hingga menjangkau lebih banyak desa, khususnya wilayah dengan keterbpemimpin akses jasa kesehatan.
Menurut Saleh, program tersebut menjadi solusi krusial bagi masyarakat pedesaan agar bisa memperoleh pemeriksaan kesehatan ahli tanpa kudu menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit di perkotaan.
“Program Speling sangat membantu masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan nan akses jasa kesehatan spesialisnya tetap terbatas,” ujar Saleh di Semarang.
Ia menilai jasa kesehatan berpatokan jemput bola seperti Speling sangat dibutuhkan masyarakat lantaran bisa membantu penemuan awal penyakit sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan warga.
Selain mempermudah akses pemeriksaan kesehatan, keberadaan program itu juga dinilai meringankan beban masyarakat kurang bisa nan selama ini terkendala biaya transportasi maupun jarak menuju akomodasi kesehatan rujukan.
“Dengan jasa nan datang langsung ke desa, masyarakat menjadi lebih mudah mendapatkan pemeriksaan kesehatan tanpa kudu pergi jauh ke kota,” ungkapnya.
Berdasarkan info Dinas Kesehatan Jawa Tengah, sejak 2025 hingga 16 Mei 2026, program Speling telah dilaksanbakal sebanyak 1.143 kali di 1.089 desa dan kelurahan nan tersebar di 446 kecamatan. Jumlah masyarakat nan telah menerima jasa kesehatan melalui program tersebut mencapai sekitar 102.291 jiwa.
Program Speling nan digagas Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, juga terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah pusat. Hingga 17 Mei 2026, capaian program CKG telah menjangkau sekitar 8.810.798 orang alias sekitar 22,91 persen dari total masyarakat Jawa Tengah.
“Capaian ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap jasa kesehatan cuma-cuma cukup tinggi. Karena itu, program seperti ini perlu terus diperluas,” kata Saleh nan juga menjabat Ketua DPD Golkar Jawa Tengah.
Ia berambisi kerjasama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, tenaga kesehatan, hingga pemerintah desa terus diperkuat agar pelayanan kesehatan keliling tersebut dapat melangkah optimal dan berkelanjutan.
“Kesehatan masyarakat kudu menjadi prioritas bersama. Semakin luas jangkauan jasa kesehatan, maka kualitas hidup masyarakat juga bakal semakin baik,” ungkap Saleh.
Selain itu, dia juga meminta pemerintah wilayah memperkuat akomodasi pendukung dan memastikan tenaga medis serta master ahli dapat menjangkau wilayah terpencil secara merata.
“Pemerataan jasa kesehatan sangat krusial dalam meningkatkan kualitas hidup. Saya minta masyarakat di desa-desa juga mendapatkan akses jasa kesehatan nan cepat, mudah, dan berkualitas,” pungkasnya.
15 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·