SEMARANGUPDATE.COM — Universitas Semarang (USM) kembali melepas para lulusannya melalui prosesi Wisuda ke-76 nan digelar di Auditorium Ir Widjatmoko dan Prof Dr Muladi SH, Rabu (20/5/2026).
Sebanyak 1.267 lulusan dari jenjang Diploma, Sarjana, dan Magister resmi dikukuhkan dalam aktivitas nan berjalan secara hybrid.
Dalam laporan akademiknya, Wakil Rektor I USM, Prof Dr Ir Haslina MSi, menyampaikan bahwa lulusan pada sesi pagi berasal dari beragam program studi, di antaranya Program D3 Manajemen sebanyak 7 lulusan, S1 Manajemen 381 lulusan, serta S1 Teknologi Hasil Pertanian 37 lulusan.
Menurutnya, kebanyakan mahasiswa sukses menuntaskan pendidikan sesuai sasaran waktu nan ditetapkan universitas.
“Ditinjau dari masa studi, sebanyak 84 persen wisudawan sukses menyelesaikan studi tepat waktu. Hal ini menunjukkan komitmen USM dalam meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan serta kualitas jasa akademik secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga memaparkan capaian Angka Efisiensi Edukasi (AEE) nan menunjukkan hasil positif. Untuk jenjang Sarjana, nomor AEE mencapai 28,8 persen alias melampaui sasaran ideal sebesar 25 persen, sedangkan Program Magister berada pada nomor 12,2 persen.
“Secara keseluruhan tingkat pencapaian AEE USM mencapai 46,3 persen. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan orang tua nan telah berkontribusi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di universitas ini,” tambahnya.
Pada penyelenggaraan wisuda kali ini, sebanyak 994 lulusan sukses meraih predikat Dengan Pujian (Cumlaude), nan terdiri atas 6 lulusan Diploma, 930 lulusan Sarjana, dan 58 lulusan Magister.
Selain itu, sejumlah mahasiswa juga ditetapkan sebagai wisudawan terbaik berasas capaian IPK tertinggi dan masa studi tercepat sesuai Perpatokan Rektor Universitas Semarang Nomor 4 Tahun 2025.
Salah satu wisudawan terbaik, Angelina Intan Maulidya dari Program Studi S1 Teknologi Hasil Pertanian, mengungkapkan rasa harunya saat dipercaya mewakili para lulusan.
“Menjadi wisudawan terbaik dan berdiri di depan Anda semua adalah mimpi nan selampau saya rawat sejak tetap duduk di bangku sekolah dasar. Saya belajar bahwa ketika jatuh kudu bangkit lagi, ketika kandas wajib mencoba lagi. Bermimpi setinggi langit tidak pernah salah asalkan didukung angan dan upaya sekuat tenaga,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof Dr Ir Aisyah Endah Palupi MPd, mengingatkan para lulusan agar siap menghadapi persaingan kerja nan semakin kompetitif di era transformasi digital dan perkembangan Artificial Intelligence (AI).
“Terutama untuk anak-anakku nan S1, kita berkompetisi di waktu nan sama bukan hanya dengan ribuan lulusan dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia, baik PTN maupun PTS, tetapi puluhan ribu, sedangkan lapangan pekerjaan tidak bertumbuh secara signifikan, namun lulusan selampau ada,” tuturnya.
Ia menilai generasi saat ini hidup berdampingan dengan perkembangan teknologi nan serba cepat, namun tetap kudu menjaga keahlian berpikir kritis agar tidak berjuntai sepenuhnya pada teknologi.
“Semuanya dibantu oleh kecepatan digital dan AI. Tinggal kasih prompt langsung dikerjbakal oleh AI. Tetapi berhati-hatilah, kita tidak boleh lengah menempatkan digital tersebut dalam kehidupan kita hingga mendominasi apa nan kita lakukan, lantaran digital bisa menggerus critical thinking kita. Semuanya sudah dijawab sehingga kita menjadi lupa gimana menyelesaikan masalah. Tetapi jika tepat menggunakannya, maka itu bakal menjadi baik. Itulah tantangan saat ini,” jelasnya.
Prof Aisyah juga membujuk para lulusan untuk terus belajar dan mempertahankan rasa mau tahu sebagai modal menghadirkan penemuan nan berakibat bagi masyarakat.
“Setelah ini jangan capek untuk belajar. Jadilah orang nan high curiosity alias mempunyai rasa mau tahu tinggi. Dari penemuan itulah keingintahuan muncul. Namun kita juga kudu bijak mengimplementasikan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah di masyarakat sehingga pengetahuan tersebut benar-betul berdampak,” katanya.
Ia turut memaparkan hasil tracer study lulusan perguruan tinggi swasta di wilayah VI Jawa Tengah nan menunjukkan rata-rata pendapatan lulusan pada sejumlah program studi berada di kisaran Rp5 juta hingga di atas Rp8 juta per bulan.
“Kami dari LLDIKTI mempunyai tugas pokok dan kegunaan mengawal 216 perguruan tinggi swasta di wilayah VI Jawa Tengah. Mari kita tetap meningkatkan empati kepada masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, alumni USM, Ervina Kristyaningsih SE MM, mengingatkan para lulusan agar tidak semata mengejar gelar akademik dan pendapatan, tetapi juga bisa menciptbakal nilai dan solusi bagi masyarakat.
“Ijazah adalah kualifikasi, tetapi bumi kerja memerlukan orang nan bisa memberikan solusi. Mesin mungkin bisa menghitung lebih cepat, tetapi mesin tidak mempunyai integritas dan empati. Masa depan milik orang-orang nan adaptif,” ujarnya.
Rektor USM Dr Supari ST MT turut menekankan pentingnya menempatkan AI sebagai perangkat pendukung, bukan pengganti keahlian manusia.
“AI adalah tools, jadikan sahabat untuk menemani bukan mengganti. Masa depan bukan hanya soal teknologi, tetapi critical thinking nan dimiliki setiap individu. Tetaplah bergerak, keep moving keep growing,” kata Dr Supari ST MT.
Ia juga membujuk seluruh lulusan untuk berani mengambil pesenggang dan aktif memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“USM sudah membekali kalian dengan pengetahuan dan pengalaman. Sekarang saatnya berkecimpung di masyarakat, lantaran kehidupan sesungguhnya dimulai setelah lulus,” lanjutnya.
Ketua Pengurus Yayasan Alumni Universitas Diponegoro, Prof Dr Ir Hj Kesi Widjajanti SE MM, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan.
“Pendidikan adalah senjata efektif untuk kesejahteraan dan bisa mengubah kehidupan. Sukses selampau untuk para wisudawan dan wisudawati,” ujarnya.
Sejak berdiri pada 1987, Universitas Semarang telah meluluskan 55.805 alumni nan terdiri dari 8.503 lulusan Diploma, 44.226 lulusan Sarjana, dan 3.076 lulusan Magister. (*)
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·