SEMARANGUPDATE.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan langkah penyimpanan daging kurban agar tetap higienis, kondusif dikonsumsi, dan kualitas gizinya terjaga selama momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Melalui unggahan edukasi di media sosial, Dinkes Kota Semarang menyoroti kebiasaan masyarakat nan tetap langsung mencuci daging sebelum disimpan.
Padahal, tindbakal tersebut dinilai dapat meningkatkan akibat kontaminasi kuman di area dapur.
“Masih banyak nan langsung mencuci daging sebelum disimpan, padahal perihal tersebut bisa meningkatkan akibat kontaminasi kuman di dapur,” tulis Dinkes Kota Semarang dalam unggahannya.
Dinkes menjelaskan, daging mentah sebaiknya tidak dicuci sebelum dimasak maupun disimpan.
Percikan air dari proses pencucian berpotensi menyebarkan kuman ke peralatan dapur dan bahan makanan lain. Daging disarankan cukup dicuci saat bakal diolah.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan menyimpan daging dalam porsi mini sesuai kebutuhan harian agar tidak keluar masuk freezer berulang kali.
Penyimpanan disarankan menggunbakal wadah tertutup alias plastik food grade.
Dalam info tersebut, Dinkes Kota Semarang juga mengimaroma penduduk menyimpan daging sesuai suhu nan tepat, ialah pada suhu chiller 0–4 derajat Celsius untuk ketahanan satu hingga dua hari, serta freezer minus 18 derajat Celsius agar dapat memperkuat hingga beberapa bulan.
Warga juga diminta menghindari kontaminasi silang dengan memisahkan daging mentah dari makanan matang, sayur, maupun buah di dalam kulkas.
Kebersihan tangan, pisau, talenan, dan peralatan dapur lainnya juga perlu diperhatikan saat mengolah daging kurban.
Untuk keamanan konsumsi, daging dianjurkan dimasak hingga matang sempurna dengan suhu internal minimal 70 derajat Celsius guna membantu membunuh kuman dan bakteri.
“Jadikan momen Idul Adha lebih sehat dengan pengolahan dan penyimpanan pangan nan tepat,” tulis Dinkes Kota Semarang. (*)
10 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·