240 Kasus Hiv Ditemukan Di Semarang, Dinkes Tegaskan Hasil Perluasan Skrining Dan Deteksi Dini

Sedang Trending 11 jam yang lalu

SEMARANGUPDATE.COM – Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat sebanyak 240 kasus HIV baru selama periode Januari hingga Mei 2026.

Jumlah tersebut diperoleh dari semakin masifnya penyelenggaraan skrining, ekspansi akses pemeriksaan HIV, serta penguatan upaya penemuan kasus secara aktif di akomodasi kesehatan maupun golongan masyarakat nan mempunyai ftokoh risiko.

Meningkatnya nomor temuan kasus HIV tersebut dinilai sebagai parameter keberhasilan ekspansi jangkauan jasa penemuan dini.

Dengan semakin banyak masyarakat nan menjalani pemeriksaan, kasus HIV dapat ditemukan lebih sigap sehingga pengobatan dapat segera diberikan dan akibat penularan dapat diminimalkan.

Data Dinas Kesehatan Kota Semarang menunjukkan golongan dengan proporsi temuan tertinggi berasal dari Laki-laki Seks dengan Laki-laki (LSL) sebesar 44 persen.

Selanjutnya disusul pasien Tuberkulosis (TBC) sebesar 12 persen, pasangan akibat tinggi 11 persen, populasi umum 11 persen, pasien Infeksi Menular Seksual (IMS) 9 persen, pengguna pekerja seks 5 persen, serta wanita pekerja seks sebesar 2 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Hakam, menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa meningkatnya jumlah kasus nan ditemukan tidak selampau menunjukkan adanya peningkatan penularan HIV.

“Peningkatan jumlah kasus nan ditemukan tidak selampau berarti penularan HIV meningkat. Justru perihal ini menunjukkan bahwa jasa skrining semakin menjangkau golongan nan sebelumnya belum terdeteksi. Semakin banyak masyarakat nan melakukan tes HIV, maka semakin besar pesenggang kasus ditemukan lebih awal sehingga pengobatan dapat segera dimulai dan akibat penularan dapat dicegah,” jelas Hakam.

Menurutnya, penemuan awal menjadi salah satu strategi krusial dalam pengendalian HIV.

Dengan mengetahui status kesehatan sejak awal, seseorang dapat segera menjalani terapi antiretroviral (ARV), mencegah perkembangan penyakit menjadi AIDS, serta tetap menjalani aktivitas secara produktif dengan kualitas hidup nan baik.

“Saat ini HIV sudah dapat dikendalikan dengan pengobatan nan tepat dan teratur. Karena itu kami membujuk masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan HIV. Semakin sigap diketahui, semakin baik hasil pengobatannya dan semakin mini akibat penularannya kepada orang lain,” tambahnya.

Sebagai corak komitmen memperluas akses layanan, Dinas Kesehatan Kota Semarang menghadirkan program LIDYA DIMARI (Layanan Tes HIV dan Layanan ARV di Malam Hari).

Program ini ditujukan bagi masyarakat nan kesulitan mengakses jasa kesehatan pada jam kerja. Informasi mengenai agenda dan letak jasa dapat diperoleh melalui akun IG resmi Dinas Kesehatan Kota Semarang @dkksemarang.

Selain itu, Dinkes juga membujuk masyarakat untuk menghentikan stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV (ODHIV).

HIV tidak menular melalui intertindakan sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berpelukan, berbagi peralatan makan, bekerja bersama, maupun aktivitas sosial lainnya.

Dengan pengobatan nan rutin, ODHIV tetap dapat hidup sehat, produktif, dan menjalankan aktivitas secara normal.

Berbagai langkah pencegahan dan pengendalian HIV terus diperkuat melalui edukasi kesehatan, ekspansi jasa konseling dan tes HIV, penyediaan terapi ARV, pencegahan penularan dari ibu ke anak, pendampingan kepatuhan pengobatan, hingga kerjasama lintas sektor berbareng akomodasi kesehatan, organisasi masyarakat, dan organisasi peduli HIV/AIDS.

Masyarakat nan merasa mempunyai ftokoh akibat maupun nan mau mengetahui status kesehatannya diimaroma memanfaatkan jasa tes HIV nan tersedia di akomodasi kesehatan terdekat.

Seluruh jasa tes HIV dan pengobatan ARV di Kota Semarang dijalankan dengan prinsip kerahasiaan, keamanan, dan tanpa diskriminasi.

Pemerintah Kota Semarang menegaskan komitmennya untuk mencapai sasaran eliminasi HIV sebagai masalah kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif secara berkelanjutan.

Upaya tersebut memerlukan partisipasi aktif masyarakat untuk melakukan tes HIV secara sukarela serta mendukung penghapusan stigma terhadap ODHIV. (*)

Selengkapnya
Sumber semarangupdate
-->