Respons Cepat Aduan Warga, Wali Kota Semarang Instruksikan Dpu Keruk Sedimentasi Saluran Air Di Gajah Raya

Sedang Trending 20 jam yang lalu

SEMARANGUPDATE.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bergerak sigap menindaklanjuti kejuaraan penduduk mengenai sedimentasi tinggi di saluran drainase sepanjang Jalan Gajah Raya.

Dirinya menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk melakukan pembersihan secara intensif. Tim langsung diterjunkan dengan membawa perangkat berat dan armada pengangkut untuk mempercepat pengerukan.

Agustina mengatbakal pengerukan sedimentasi merupbakal aktivitas rutin nan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum secara berkala di sejumlah titik rawan.

“Kami memang secara rutin melakukan pengerukan sedimen di saluran air. Setiap lenyap hujan, biasanya sedimentasi kembali muncul. Kalau tidak segera dibersihkan, aliran air bisa tersumbat,” ujarnya.

Agustina menjelaskan, selain sedimentasi, hambatan juga muncul dari gedung penyambung jalan masuk (PJM) nan menutup sebagian drainase dan menghalang aliran air. Untuk kondisi tersebut, petugas biasanya melakukan pengerukan secara manual.

“Kalau ada halangan seperti akses tertutup, kami tangani dengan langkah manual. Tapi jika memungkinkan, kami gunbakal perangkat berat agar lebih cepat,” jelasnya.

Menurut Agustina, respons sigap ini merupbakal bagian dari standar operasional prosedur nan telah diterapkan DPU, khususnya saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Begitu ada laporan dan kondisi mendesak, kami instruksikan rekan-rekan DPU untuk langsung bergerak. Itu sudah menjadi SOP kami,” katanya.

Selain Jalan Gajah Raya, sejumlah wilayah di Semarang Timur juga menjadi prioritas penanganan, seperti Muktiharjo Kidul, Muktiharjo Lor, hingga area Genuk nan kerap terdampak genangan.

DPU juga menyiapkan beragam peralatan berat untuk mendukung pembersihan, mulai dari excavator long arm, excavator amphibi, backhoe loader, hingga dump truck untuk mengangkut hasil pengerukan.

“Kami sesuaikan perangkat dengan kondisi di lapangan. Kalau sungai, biasanya pakai excavator amphibi. Kalau drainase jalan, bisa pakai perangkat lain. Semua langsung kami angkut dengan Dump Truck agar tidak mengganggu lingkungan sekitar,” ujarnya.

Agustina menambahkan, pihaknya telah mempunyai daftar prioritas pembersihan drainase nan disusun setiap tahun. Namun, laporan dari masyarakat tetap menjadi referensi krusial dalam menentukan percepatan penanganan.

Ia menyebut, DPU punya Standart Operasional (SOP) mengenai kejuaraan nan masuk diberbagai kanal kejuaraan Pemkot Semarang.

“Masyarakat bisa menyampaikan kejuaraan melalui beragam kanal nan tersedia. Nanti kami sesuaikan dengan tingkat urgensinya. Kalau memang prioritas, bakal langsung kami tangani,” katanya.

Agustina berambisi langkah sigap ini dapat meminimalkan akibat genangan dan menjaga kelancaran aliran air, terutama saat curah hujan tetap tinggi di sejumlah wilayah. (*)

Selengkapnya
Sumber semarangupdate
-->