CEKLANGSUNG.COM – Jika Anda mengira persaingan smartphone di awal tahun 2026 bakal melangkah lambat, Oppo punya jawaban berbeda. Raksasa teknologi asal China ini langsung tancap gas dengan memperkenalkan lini terbarunya nan sangat dinanti, Oppo Reno 15 series, sebagai menu pembuka bagi pasar gadget Tanah Air. Langkah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa segmen anak muda tetap menjadi medan pertempuran utama nan mau mereka kuasai sejak bulan Januari.
Dalam sesi media pre-briefing nan digelar di Jakarta pada Kamis (15/1/2026), atmosfer optimisme sangat terasa. Oppo tidak tanggung-tanggung memboyong tiga jenis sekaligus untuk menggempur pasar, ialah Reno 15 F 5G, Reno 15 5G, dan jenis tertingginya, Reno 15 Pro Max 5G. Strategi ini menunjukkan bahwa Rilis Global dan lokal sekarang semakin sinkron, memastikan konsumen Indonesia mendapatkan teknologi terkini tanpa jarak waktu nan lama.
Fokus utama dari seri kali ini jelas terlihat: penemuan visual dan keahlian pencitraan digital nan lebih personal. Product Manager Oppo Indonesia, Deni Setiawan, menegaskan bahwa lini ini tetap setia pada DNA seri Reno nan menyasar demografi muda nan dinamis. Namun, apa nan membikin seri ke-15 ini berbeda dari pendahulunya? Jawabannya terletak pada kombinasi estetika “Aurora” nan memikat dan terobosan teknis pada kamera depan nan selama ini mungkin dianggap sepele oleh pesaing lain.
Evolusi Desain Aurora dan Kenyamanan Genggam
Berbicara soal desain, Oppo tampaknya enggan bermain kondusif dengan warna-warna monokrom nan membosankan. Pada Reno 15 series, mereka membawa konsep kejadian alam Aurora ke dalam genggkondusif tangan Anda. Inspirasi ini bukan hanya soal pemilihan palet warna, tetapi juga melambangkan angan dan semangat muda nan mau dipancarkan oleh penggunanya. Filosofi ini diterjemahkan secara visual melalui teknik finishing nan matang, memberikan identitas unik pada setiap jenis nan ditawarkan.
Teknologi Oppo Glow kembali hadir, namun dengan penyempurnaan nan signifikan. Finishing ini menjadi solusi pandai atas keluhan klasik pengguna smartphone berdesain kaca: licin dan mudah kotor. Deni menjelaskan bahwa tekstur bodi belakang Reno 15 series dirancang agar tidak licin, memberikan grip nan solid, serta resisten terhadap jejak sidik jari. Ini adalah perincian mini nan berakibat besar pada pengalkondusif penggunaan sehari-hari, terutama bagi mereka nan enggan menggunbakal casing tambahan demi memamerkan keelokan ponselnya.
Pilihan warna nan ditawarkan pun sangat variatif, mencerminkan nuansa langit aurora. Untuk jenis tertinggi, Reno 15 Pro Max, tersedia opsi Dusk Brown dan Auro Gold nan memberikan kesan premium dan dewasa. Sementara itu, jenis Reno 15 5G datang dengan nuansa lebih pop seperti Aurora White, Aurora Blue, dan Twilight Blue. Bagi mereka nan memilih Reno 15 F 5G, opsi Twilight Blue, Afterglow Pink, dan Aurora Blue siap melengkapi style hidup nan ekspresif.
Revolusi Selfie: 50MP Ultrawide Pertama di Dunia
Sektor kamera selampau menjadi medan pembuktian bagi seri Reno, dan kali ini Oppo meningkatkan standar permainan. Fitur nan digadang-gadang sebagai “jualan utama” adalah kamera selfie 50MP dengan keahlian ultrawide. Ini bukan sekadar peningkatan megapiksel, melainkan ekspansi perspektif pandang (field of view) hingga 100 derajat. Dalam lanskap fotografi mobile saat ini, klaim Oppo sebagai nan pertama di bumi menghadirkan kombinasi ini pada kamera depan tentu menarik perhatian.
Implikasi dari fitur ini sangat praktis bagi pengguna. Anda tidak lagi memerlukan tongsis (tongkat narsis) alias kudu merentangkan tangan sejauh mungkin hanya untuk memuat lima orang dalam satu bingkai foto. Deni memaparkan bahwa dengan perspektif pandang nan lebih luas, foto grup selfie (wefie) menjadi jauh lebih mudah dan natural tanpa distorsi wajah nan berlebihan di bagian pinggir frame. Ini adalah fitur nan secara langsung menjawab kebutuhan generasi media sosial nan doyan membagikan momen kebersamaan.
Tentu saja, perangkat keras nan mumpuni tidak bakal komplit tanpa support perangkat lunak cerdas. Oppo menyematkan teknologi kepintaran buatan (AI) nan mendalam pada Reno 15 series. Salah satu fitur andalannya adalah AI Motion Photo & Popout. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk memotong subjek dari sebuah foto, dan sistem secara otomatis bakal mengubahnya menjadi frame komplit nan siap diunggah. Kemampuan ini mendukung komposisi hingga sembilan foto sekaligus, nan hasilnya bisa langsung dibagikan ke platform seperti WA tanpa perlu beranjak ke aplikasi editing pihak ketiga.
Konfigurasi Memori dan Misteri Harga
Meski spesifikasi jeroan secara mendetail seperti jenis chipset belum diungkap sepenuhnya—mengingatkan kita pada beragam rumor mengenai Bocoran Spesifikasi nan beredar sebelumnya—Oppo telah membuka kartu soal konfigurasi memori. Hal ini krusial mengingat kebutuhan aplikasi modern nan semakin rakus sumber daya.
Untuk jenis “sultan” Reno 15 Pro Max, Oppo hanya menyedibakal satu opsi monster: RAM 12GB dengan penyimpanan internal 512GB. Ini mengindikasikan bahwa jenis Pro Max memang ditujukan bagi power user alias pembuat konten nan memerlukan ruang lega. Sementara itu, Reno 15 5G dan Reno 15 F 5G menawarkan elastisitas dengan pilihan RAM 8GB dan 12GB, namun dengan opsi penyimpanan nan dikunci di 256GB. Strategi ini cukup masuk logika untuk membedbakal segmentasi nilai antar model.
Berbicara soal harga, Oppo tetap menerapkan strategi “tutup mulut” hingga peluncuran resmi pada 23 Januari 2026 nanti. Namun, bagi konsumen nan sudah tidak sabar, program pre-order menawarkan benefit nan menggiurkan. Konsumen dijanjikan total untung hingga Rp 4,5 juta, nan mencakup jasa Oppo Care hingga 2 tahun, potongan nilai di rekanan, serta voucher shopping via aplikasi MyOppo. Strategi bundling ini jelas bermaksud untuk mengikat konsumen ke dalam ekosistem jasa Oppo sejak hari pertama.
Menarik untuk menantikan apakah performa seri ini bakal sejalan dengan rumor nan beredar, seperti kehadiran jenis lain semacam Varian Mini nan sempat menjadi perbincangan hangat. Satu perihal nan pasti, Oppo Reno 15 series siap mewarnai pasar smartphone Indonesia di awal 2026 dengan tawaran estetika dan penemuan kamera nan susah diabaikan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·