[opini] Lebih Baik Rakit Pc Atau Beli Konsol Gaming Di Tahun 2026?

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Rakit PC atau beli konsol – Tahun 2026 terasa seperti masa transisi pelik buat gamer di Indonesia yang sedang bingung mau “nabung demi rakit PC” atau “langsung sikat konsol aja.” Kalau di awal dekade lalu kita sering mendengar rakit PC itu solusi paling tepat buat dapetin performa tinggi dengan opsi upgrade, sekarang pertanyaannya jadi jauh lebih rumit. Kenapa? Karena harga komponen inti yang dulunya standar kini meroket, terlebih RAM, SSD, dan GPU yang notabene merupakan urat nadi tiap rakitan PC.

Kalau mau mundur sedikit ke belakang, rakit PC punya reputasi sebagai pilihan yang nilai per harganya paling tinggi. Bisa pilih komponen seimbang sesuai kebutuhan, upgrade bisa kapan saja, dan performa jauh lebih tinggi dibanding konsol yang ekosistemnya “tertutup” othername tidak bisa dioprek. Tapi pada dewasa ini, narasi ittu mulai goyah. Kenaikan harga RAM dan SSD telah sampai tahap yang membuat banyak orang pikir panjang bahkan sebelum CPU dimasukkan ke keranjang belanja.

Pilih Mana: Rakit PC atau Beli Konsol Gaming?

rakit microcomputer atau beli konsolMana sekiranya lebih worthy it

Mari kita ulik dulu apa yang terjadi sebenarnya di pasar hardware: sejak pertengahan 2025, ada gelombang lonjakan harga komponen utama. SSD yang dulu bisa kamu dapatkan sekitar 300 ribu–Rp500 ribu Rupiah untuk kapasitas kecil kini sudah naik hingga 80–300% di pasar unit tanah aerial pada awal 2026. RAM juga bukan pengecualian. Beberapa kit yang dulunya 1-2 juta kini dibanderol dengan angka dua kali lipat atau lebih.

Penyebabnya bukan sekadar tren gaming meningkat, tapi pergeseran besar di industri semikonduktor. Banyak manufaktur memprioritaskan produksi untuk kebutuhan AI dan server kelas atas yang rela membayar lebih tinggi daripada pasar konsumen. Akibatnya, komponen seperti DRAM dan NAND (SSD) kian langka dan mahal.

Jarang kita dengar berita seperti ini sampai serius merembet ke harga PC secara keseluruhan. Tapi sekarang realitanya, rakit PC di 2026 itu menyedihkan ketika kita harus membangun PC dari nol atau hanya sekadar upgrade satu atau dua komponen.

Apakah Rakit PC Tetap Worth?

image 46Apakah kondisi harga tidak ramah kantong masih worth?

Kalau kamu seorang yang mikir panjang soal “apakah rakit PC masih worthy it?”, jawabannya sederhana: tergantung kamu siapa.

Dulu kita bisa rakit PC 15–20 jutaan dan sudah bisa main crippled AAA dengan nyaman di 1080p-1440p, sekarang angka itu berubah drastis. Supaya rakitan PC punya performa yang sebanding dengan konsol next-gen atau bahkan lebih, kamu perlu menggandakan sebagian fund yang mana setidaknya kalau mengincar GPU kelas menengah sampai atas. Itu belum termasuk monitor, keyboard, mouse, dan printilan lain. Di komunitas, banyak yang mengeluh kalo rakit PC entry-level yang dulu tampak murah kini terasa seperti belanja gadget mahal.

Sehingga apa pun keunggulan PC seperti upgrade bebas, performa unggul di banyak crippled PC native, fungsi serbaguna untuk pekerjaan kreatif mau pun produktif masih tetap ada. Tapi harga komponen yang terus naik membuat syarat masuk jadi lebih tinggi daripada sebelumnya.

Kalau kamu punya kantong tebal dan mikir jangka panjang, PC gaming tetap pilihan paling fleksibel. Kamu bisa fokus pada performa, grafis, sampai ke sistem cooling yang bikin crippled berat terasa halus. PC juga punya ekosistem yang lebih luas: mod game, kreativitas konten, produktivitas, bahkan pekeerjaan freelance (misal desain atau animasi) tetap menjadi nilai positive yang tidak bisa dilakukan konsol.

Tapi kalau kamu cuma gamer kasual yang kepingin main crippled populer tanpa ribet, banyak yang berpendapat bahwa rakit PC bukan lagi “jalan pintas hemat” seperti dulu.

Apakah Konsol Semakin Menggiurkan?

image 47Konsol jadi pilihan masuk akal?

Kalau rakit PC mulai bikin dompet berdarah, konsol justru terlihat sebagai oasis di tengah gurun. PlayStation 5, Xbox Series X/S, Switch 2, atau varian terbaru (seperti Steam Machine dari Valve yang hype) tetap menawarkan pengalaman plug-and-play yang konsisten dan relatif lebih terjangkau daripada rakit PC setara performanya.

Sebelumnya, beberapa analis bahkan memperkirakan harga konsol baru bisa naik sekitar 10–15% di 2026 akibat tekanan komponen yang sama yang bikin rakit PC makin mahal. Tapi kenaikan tersebut masih tidak separah di harga komponen PC individual. Di konsol, perakitan dan measurement produksi massal membantu meratakan biaya sehingga konsol tetap relatif stabil harganya dibanding PC rakitan.

Plus, kamu tidak perlu naik-turun mikirin spesifikasi teknis seperti RAM latency atau jenis SSD yang cocok. Konsol semuanya sudah dioptimalkan dari pabrik; tinggal colok, instal game, dan main.

Kalau kamu gamer yang menghargai kesederhanaan dan pengalaman konsisten tanpa peduli perhitungan spesifikasi atau mengatur settingan grafis, konsol tampak jadi pilihan makin masuk akal.

Kesimpulan

image 48Jadi, mana yang kamu pilih?

Ini bagian yang sering memicu keributan di forum gamer: apakah konsol lebih murah daripada rakit PC dalam jangka panjang? PC bisa lebih mahal di awal, tapi lebih hemat sepanjang waktu karena upgrade bertahap. Tapi di 2026, dinamika pasar bikin rumus itu berubah.

Harga komponen PC naik membuat seluruh full biaya build ikut menderas. Sementara konsol, meskipun tidak bisa diupgrade komponennya, tetap menawarkan pengalaman gaming yang kuat dengan harga tetap kompetitif.

Misalnya, kalau kamu mau performa ocular dan framwrate yang setara 1440p/60fps di PC, build PC kasar-kasaran di 2024 mungkin bisa dicapai dengan Rp15-20 juta. Di 2026, buat spek serupa kamu kemungkinan harus menganggarkan 30 juta atau lebih, kalau tren naiknya RAM dan SSD terus berlanjut.

Di sisi lain, konsol umumnya dijual setara atau sedikit di atas angka Rp7-10 jutaan per portion (tergantung promo dan model), positive crippled integer atau fisik. Kalau kamu bandingkan biaya praktisnya: konsol bisa memangkas beban awal yang tadinya harus kamu keluarkan untuk rakit PC.

Kalau dikalkulasi kasar dalam jangka 3–5 tahun, bagi gamer yang hanya mengejar gaming semata tanpa upgrade terus, komsol berpotensi jauh lebih hemat.

Jadi apakah rakit PC masih lebih bagus? Jawabannya: tergantung prioritasmu. Kalau kamu punya bujet tebal dan mau performa maksimal positive opsional upgrade masa depan, tetap rakit PC adalah pilihan teknis superior. Tetapi kalau kamu pengin solusi gaming yang cepat, murah, dan minim ribet di tengah dinamika komponen yang mahal, konsol sepertinya pilihan yang lebih cerdas di 2026. Kalau menurut kamu gimana?


Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further accusation and different inquiries, you tin interaction america via author@gamebrott.com.

Selengkapnya
Sumber game
-->