Mahasiswa Gelar Kampanye Anti-bullying Dan Ekspresi Gender Di Smkn 5 Semarang

Sedang Trending 4 jam yang lalu

SEMARANGUPDATE.COM — Sekelompok mahasiswa dari mata kuliah Komunikasi Gender dan Minoritas mengadbakal kampanye bertema anti-bullying dan ekspresi kelamin di Aula SMK Negeri 5 Semarang, Selasa, 12 Mei 2026.

Kegiatan berjudul “Break The Box: Seni Menjadi Diri Sendiri & Kampanye Anti-Bullying” tersebut berjalan mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB dan diikuti siswa kelas 10 TKJ-2.

Kegiatan itu disambut langsung oleh Bagian Kesiswaan SMKN 5 Semarang, Heri Widodo SPd Gr, dan melangkah lancar hingga selesai.

Kampanye ini merupbakal penerapan dari mata kuliah Komunikasi Gender dan Minoritas nan diampu oleh Dr Yulianto Budi Setiawan SSos MSi.

Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa didorong untuk tidak hanya belajar secara teoritis di dalam kelas, tetapi juga bisa memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui edukasi sosial.

SMK Negeri 5 Semarang dipilih sebagai letak aktivitas lantaran dinilai krusial untuk memberikan pemahkondusif mengenai anti-perundungan dan penghargaan terhadap identitas diri bagi pelajar usia remaja.

“Kami mau mahasiswa itu nggak hanya tampil debat alias tampil di ruang kelas aja, kami mau punya pemanfaatan lebih,” tegas Yulianto.

Dalam aktivitas tersebut, terdapat dua materi utama nan disampaikan kepada para peserta.

Materi pertama dibawbakal oleh Vania Budimakna dengan tema “Break The Box: Seni Menjadi Diri Sendiri & Kampanye Anti-Bullying”.

Materi tersebut membujuk siswa agar tidak mudah terpengaruh tekanan negatif lingkungan dan berani mempertahankan jati diri.

Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya menghargai perbedaan sebagai salah satu langkah mencegah perundungan di lingkungan sekolah.

Materi kedua disampaikan oleh pengajar Psikologi Universitas Semarang, Hermiana Vereswati SPsi MPsi, dengan tema “Regulasi Diri”.

Dalam sesi tersebut, peserta diberikan pemahkondusif mengenai langkah mengelola emosi dan mengambil keputusan secara tepat saat menghadapi tekanan sosial.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif, termasuk melalui sesi meditasi nan bermaksud membantu peserta mengendalikan diri dan pikiran ketika berada dalam kondisi emosional nan tidak stabil.

Selama dua jam aktivitas berlangsung, suasana aktivitas melangkah kondusif dan peserta terlihat aktif mengikuti seluruh rangkaian aktivitas mulai dari penyampaian materi, ice breaking, hingga sesi obrolan edukatif.

Hermiana Vereswati menilai aktivitas tersebut melangkah sukses lantaran peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama aktivitas berlangsung.

“Menurut aku, acaranya keren banget dan kalian sebagai panitia udah sukses sih, sudah sukses ngebawain acaranya dari awal sampai akhir, dan kita bisa lihat antusias banget ya, sampek mereka mau bertanya, maksudnya ga hanya diem doang gitu kan, jadi kan mereka terlibat selama acaranya dan itu salah satu tolak ukur jika acaranya berhasil,” ujar Hermiana Vereswati.

Ia juga menyebut keterlibatan aktif para siswa menjadi salah satu parameter keberhasilan kegiatan, apalagi suasana aktivitas sempat menghadirkan momen haru di antara peserta.

Melalui kampanye tersebut, mahasiswa berambisi siswa SMKN 5 Semarang semakin memahami pentingnya sikap saling menghargai serta menghindari tindbakal perundungan dalam kehidupan sehari-hari.

Mereka juga berambisi aktivitas serupa dapat terus dilaksanbakal sebagai bagian dari pembinaan karakter siswa di lingkungan sekolah. (*)

Selengkapnya
Sumber semarangupdate
-->