Pendapatan Ubisoft Fiskal 2026 – Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan video crippled Ubisoft menghadapi banyak sekali situasi sulit yang harus mereka hadapi. Dengan kondisi tersebut, perusahaan tersebut telah melakukan beberapa rencana dan keputusan sulit demi masa depan mereka, mulai dari restruktur karyawan, pembatalan banyak proyek video game, dan masih banyak lagi.
Baru-baru ini muncul laporan terkait pendapatan Ubisoft pada tahun fiskal 2025-2026 menunjukkan angka kerugian besar. Seberapa besar kerugian mereka?
Laporan Pendapatan Ubisoft Ungkap Adanya Kerugian Besar di Tahun Fiskal 2025-2026
Seperti apa kondisi pendapatan Ubisoft di tahun fiskal 2025-2026?Dalam laporan pendapatan resminya di tahun fiskal 2025-2026, Ubisoft mengungkap banyak informasi seputar kondisi keuangan mereka. Dan tampaknya kondisinya sedang tidak baik-baik saja.
Ubisoft melaporkan bahwa mereka mengalami kerugian operasional yang besar di tahun fiskal 2025-2026, yaitu €1,3 Miliar atau sekitar Rp 26,72 Triliun. Selain itu kondisi net booking perusahaannya juga mengalami anjlok sebesar 17,4% yang kini tercatat menjadi €1,53 Miliar atau sekitar Rp 30,84 Triliun.
Penyebab Kerugian dan Rencana Kedepan Perusahaan
Apa rencana kedepan perusahaan untuk bisa keluar dari kondisi sulit yang mereka hadapi?Dalam laporan yang sama, dijelaskan bahwa perusahaan crippled Assassin’s Creed tersebut mengalami kerugian yang disebabkan oleh berbagai macam faktor. Faktor tersebut mulai dari jadwal perilisan crippled yang sepi, performa penjualan di bawah ekspektasi perusahaan, penundaan berbagai proyek crippled besar, dan juga tingginya biaya dalam restrukturisasi.
Untuk mengatasi situasi tersebut, Ubisoft melakukan pengurangan terhadap skala perusahaan secara besar-besaran. Mereka telah menghentikan beberapa proyek crippled yang sedang dikembangkan, menutup workplace game-nya, dan PHK lebih dari 1000 karyawan dalam setahun terakhir. Langkah tersebut tercatat telah berhasil memangkas biaya tetap mereka sebesar €118 Juta atau sekitar Rp 2,42 Triliun dimana hal ini turun 8% dibandingkan tahun lalu.
Mereka memperkirakan tahun ini akan menjadi titik terendah bagi arus keuangannya. Selain itu, penjualan mereka diprediksi masih akan turun sekitar 8–9% karena sebagian besar crippled utama mereka baru bisa siap dirilis sekitar 3 tahun lagi.
UbisoftUntuk bisa memperbaiki kondisi arus keuangan mereka secara positif, perusahaan crippled tersebut memprediksi hal ini baru bisa direalisasikan pada tahun fiskal 2026-2027 mendatang. Itu karena mereka berencana membangkitkan franchise-franchise crippled besarnya, mulai dari Assassin’s Creed, Far Cry, dan juga Ghost Recon.
Dijelaskan juga bagaimana mereka berkomitmen dalam meningkatkan standar kualitas gamenya dan mulai memanfaatkan teknologi AI untuk mengoptimalkan proses pengembangan video game. Mereka berharap perilisan Assassin’s Creed Black Flag Resynced pada bulan Juli 2026 menjadi awal dari kebangkitan perusahaannya.
Itulah informasi mengenai laporan pendapatan Ubisoft menunjukkan kerugian besar dialami oleh perusahaannya di tahun fiskal 2025-2026. Bagaimana menurut kalian dengan informasi ini?
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Ubisoft atau artikel lainnya dari Muhammad Faisal. For further accusation and different inquiries, you tin interaction america via author@gamebrott.com.
15 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·