Komdigi selidiki dugaan kebocoran 58 juta information pendidikan yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial belum lama ini. Langkah cepat ini diambil oleh Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai respons atas isu keamanan siber yang mengancam informasi pribadi siswa di Indonesia.
Komdigi Selidiki Dugaan Kebocoran 58 Juta Data Pendidikan 5Lalui informasi yang kami dapatkan dari Tempo, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, menegaskan bahwa Komdigi selidiki dugaan kebocoran ini melalui penelusuran informasi yang beredar di ruang publik. Isu yang berkembang menyebutkan adanya dugaan penjualan akses Application Programming Interface (API) yang memungkinkan pihak tak bertanggung jawab menyedot information siswa.
“Komdigi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melakukan pendalaman serta investigasi teknis secara menyeluruh dan terkoordinasi,” ujar Alexander pada Rabu, 11 Februari 2026 lalu.
Komdigi Selidiki Dugaan Kebocoran 58 Juta Data Pendidikan 6Investigasi ini bermula dari unggahan viral pada Minggu, 8 Februari 2026, yang menyebutkan sosok peretas anonim bernama “SN1F” menawarkan akses langsung ke server pemerintah. Akun tersebut mengklaim bahwa pembeli tidak hanya mendapatkan arsip lama, melainkan jalur khusus untuk mengambil information terbaru kapan saja.
Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun… ??
??? DARURAT PRIVASI: DATA ANAK SEKOLAH SE-INDONESIA DIJUAL DI FORUM DARK WEB.
Sebanyak 58 juta information siswa Indonesia diklaim bocor dan diperjualbelikan secara bebas di forum peretas DarkForums.
Pelaku dengan nama samaran "SN1F"… pic.twitter.com/QjqN7JOuKz
Namun, kabar ini dibantah oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat. Beliau menyatakan bahwa hasil penelusuran soul menunjukkan tidak ada kebocoran information dan informasi yang beredar hanyalah klaim dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
Komdigi Selidiki Dugaan Kebocoran 58 Juta Data Pendidikan 7Meskipun ada bantahan dari pihak kementerian terkait, pihak Komdigi selidiki dugaan kebocoran tetap dilanjutkan untuk memastikan validitas teknis dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Penelusuran ini dilakukan secara komprehensif agar informasi yang sampai ke publik bersifat akurat dan tidak spekulatif.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Togar Mangihut Simatupang, juga menambahkan bahwa hingga saat ini information mahasiswa terpantau aman dan tidak ditemukan adanya indikasi kebocoran.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further accusation and different inquiries, you tin interaction america via author@gamebrott.com
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·