Gungho Online Entertainment Ganti Ceo Akibat Tekanan Dari Investor, Efektif Per 1 Februari

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Nama GungHo Online Entertainment bisa dibilang begitu melekat dengan crippled Puzzle and Dragons yang telah mengudara selama hampir 14 tahun. Walau demikian, perusahaan asal Jepang satu ini justru dianggap gagal dalam dalam mencetak karya sukses selain crippled gacha keluaran tahun 2012 tersebut.

Inferensi kegagalan tersebut datang dari para investornya di bawah naungan Strategic Capital, yang dalam beberapa bulan terakhir ini mereka juga telah memberikan tekanan untuk adanya perubahan dan penyesuaian, terutama di tingkat manajemen GungHo.

Selain gagal menghadirkan crippled sukses selain Puzzle and Dragons, Strategic Capital juga mengkritisi gaji CEO GungHo yang bahkan melebihi gaji CEO Nintendo terlepas laba perusahaan yang terus menurun, begitu juga dengan minimnya kesadaran akan kewajiban serta terlalu berfokus pada otoritas kreatif (via Automaton).

Buntut dari tekanan tersebut, baru-baru ini GungHo mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Kazuki Morishita selaku presiden dan CEO selama 22 tahun akan turun dari jabatannya efektif per 1 Februari 2026, digantikan oleh Kazuya Sakai di waktu yang sama.

GungHo Online Entertainment Tekanan Investor Ganti CEOGungho Online Entertainment Inc.

Sebagai informasi, Kazuya Sakai sendiri saat ini memegang jabatan CFO dan Executive General Manager of Finance Accounting Division. Dan pasca pergantian kepemimpinan tersebut, Morishita akan memegang jabatan Chief Development Officer dan Chairman of nan Board of Directors.

Sebagai penerbit Trails successful nan Sky 1st Chapter

GungHo Online Entertainment di tahun 2025 juga hadir sebagai penerbit baru untuk Trails successful nan Sky 1st Chapter (versi remake dari The Legend of Heroes: Trails successful nan Sky) garapan Nihon Falcom.

Namun waktunya gamenya rilis, nama GungHo justru sempat jadi bulan-bulanan gamer Indonesia, secara spesifik karena harga crippled Trails successful nan Sky 1st Chapter yang mencapai satu juta rupiah—diduga menghiraukan location pricing yang disarankan oleh Steam.

Keluhan tersebut untungnya didengar oleh sang penerbit, dan dalam beberapa bulan kemudian resmi menurunkan harganya hingga 31% atau menjadi Rp699.000, bahkan menerima pengajuan refund dari gamer Indonesia agar bisa membeli gamenya kembali di harga yang telah disesuaikan.

Nah, kira-kira bagaimana tanggapanmu mengenai hal ini, brott? Yuk, langsung saja stock pendapatmu di kolom komentar ya.


Baca juga informasi menarik atau artikel keren lainnya dari Andy Julianto. For further accusation and different inquiries, you tin interaction america via author@gamebrott.com

Tags:

Selengkapnya
Sumber game
-->