Contoh Soal Penyusutan Metode Garis Lurus Dan Cara Menghitungnya Dengan Rumus

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Bayangkan Anda sedang membeli iPhone seharga 20 juta rupiah. Jika Anda hendak menjualnya 5 tahun lagi, harganya jadi berapa? Tentu tidak bisa asal tebak. Salah satu langkah untuk memperkirbakal nilai jual lantaran penyusutan adalah dengan metode garis lurus.

Materi metode garis lurus perlu dipelajari siswa nan sedang belajar akuntansi. Tujuannya tentu agar siswa lebih mengerti mengenai pembagian nilai aset secara rata selama umur manfaatnya.

Yuk, simak contoh soal penyusutan metode garis lurus nan sudah disertai pembahasannya berikut ini. 📏🧮

Contoh Soal Penyusutan Metode Garis Lurus

unsplash.com/@acerin

Dalam bumi bisnis, nilai peralatan nan mengalami penyusutan bukanlah perihal nan aneh. Daripada terus-menerus diratapi, lebih baik Anda belajar langkah menghitungnya agar bisa memperkirbakal kerugian dan kondisi keuanganmu tetap sehat.

Sebelum memtelaah beragam contoh soal tentang penyusutan metode garis lurus, ketahui terlebih dulu definisinya.

Apa itu penyusutan metode garis lurus?

Metode garis lurus (straight line method) adalah metode penyusutan aset tetap saat beban penyusutan dialokasikan dalam jumlah nan sama setiap periode selama umur faedah aset tersebut.

Metode ini paling sederhana dan paling sering digunbakal untuk materi pelaliran di jenjang SMA/SMK, hingga perguruan tinggi.

Contoh ilustrasinya, Anda sudah membeli sekotak pulpen berisi 12 seharga 12 ribu rupiah untuk digunbakal selama 12 hari. Anggaplah setiap hari pulpen tersebut berkurang nilainya seribu rupiah sampai lenyap di hari ke-12.

Nah, metode garis lurus juga seperti itu. Kamu menganggap beban ‘aus’ peralatan sama rata setiap tahun, sampai peralatan tersebut tidak dapat digunbakal lagi. Mudah, bukan?

Metode garis lurus mempunyai kelebihan, seperti mudah dipahami sekalipun oleh pemula, perhitungannya simpel dan tidak rumit, dapat diterapkan untuk aset nan dipakai stabil, serta paling sering digunakan.

Namun, metode garis lurus juga mempunyai kekurangan seperti kurang realistis jika digunbakal pada aset nan sigap aus dan tidak mencerminkan penggunaan nan sebenarnya.

Rumus Penyusutan Metode Garis Lurus

Rumus utama:

Penyusutan per Tahun = (Harga Perolehan – Nilai Residu) ÷ Umur Manfaat

Jika menggunbakal tarif (%):

Tarif Penyusutan = 100% / Umur Ekonomis Beban Penyusutan = (Harga Perolehan – Nilai Residu) × Tarif

Keterangan:
Harga Perolehan: nilai beli aset + biaya tambahan sampai aset siap pakai (ongkos kirim, instalasi, dll)
Nilai Residu: nilai sisa di akhir umur aset alias perkiraan nilai jual aset di akhir umurnya.
Umur Manfaat: lama pemakaian aset (tahun)

Setelah Anda tahu nomor penyusutan, langkah berikutnya adalah mencatat ke dalam pembukuan nan biasanya dilakukan melalui jurnal penyesuaian.

Sudah punya gambaran mengenai metode garis lurus? Yuk, coba kerjbakal soal-soal berikut ini.

Tingkat Kesulitan: Mudah

Soal 1

Sebuah instansi milik swasta membeli peralatan instansi nan cukup komplit dengan nilai Rp10.000.000. Peralatan tersebut diperkirbakal mempunyai umur faedah selama 5 tahun dan nilai residu sebesar Rp0.

Untuk menghitung penyusutan, digunbakal metode garis lurus. Besar beban penyusutan per tahun adalah…

A. Rp1.000.000
B. Rp2.000.000
C. Rp2.500.000
D. Rp5.000.000

Jawaban: B. Rp2.000.000

Pembahasan:
Rumus metode garis lurus:
Penyusutan = (Harga Perolehan – Nilai Residu) ÷ Umur Manfaat
= (Rp10.000.000 – Rp0) ÷ 5
= Rp10.000.000 ÷ 5
= Rp2.000.000 per tahun

Soal 2

Sebuah mesin printer 3 dimensi dibeli dengan nilai Rp25.000.000 untuk menjalankan upaya rumahan. Printer tersebut mempunyai nilai residu sebesar Rp5.000.000 dan umur faedah 4 tahun. Jika pemilik upaya menggunbakal metode garis lurus, maka beban penyusutan printer tersebut setiap tahun adalah…

A. Rp4.000.000
B. Rp5.000.000
C. Rp6.250.000
D. Rp7.500.000

Jawaban: B. Rp5.000.000

Pembahasan:
Nilai nan disusutkan:
Rp25.000.000 – Rp5.000.000 = Rp20.000.000
Penyusutan per tahun:
Rp20.000.000 ÷ 4 = Rp5.000.000

Soal 3

Pemilik cafe kopi nan sedang membuka bagian di Yogyakarta membeli sebuah mobil operasional seharga Rp120.000.000 dengan perkiraan nilai residu Rp20.000.000. Mobil tersebut diperkirbakal dapat digunbakal selama 10 tahun. Berdasarkan metode garis lurus, beban penyusutan mobil per tahun adalah…

A. Rp8.000.000
B. Rp9.000.000
C. Rp10.000.000
D. Rp12.000.000

Jawaban: C. Rp10.000.000

Pembahasan:
Nilai nan disusutkan:
Rp120.000.000 – Rp20.000.000 = Rp100.000.000
Penyusutan per tahun:
Rp100.000.000 ÷ 10 = Rp10.000.000

Soal 4

Pemilik upaya jual beli handphone jejak membeli peralatan untuk menunjang usahanya pada awal tahun dengan nilai Rp18.000.000. Peralatan tersebut diperkirbakal mempunyai nilai residu sebesar Rp3.000.000 dan umur faedah selama 5 tahun.

Jika metode garis lurus digunakan, maka jumlah penyusutan per tahun nan kudu dibebankan adalah…

A. Rp2.500.000
B. Rp3.000.000
C. Rp3.600.000
D. Rp4.000.000

Jawaban: B. Rp3.000.000

Pembahasan:
Nilai nan disusutkan:
Rp18.000.000 – Rp3.000.000 = Rp15.000.000
Penyusutan per tahun:
Rp15.000.000 ÷ 5 = Rp3.000.000

Soal 5

Kantor PT Maju Sejati membeli laptop untuk keperluan pencatatan jual beli peralatan dengan nilai Rp15.000.000. Laptop tersebut diperkirbakal mempunyai umur faedah selama 3 tahun dan nilai residu sebesar Rp3.000.000. Beban penyusutan per tahun menurut metode garis lurus adalah…

A. Rp3.000.000
B. Rp4.000.000
C. Rp5.000.000
D. Rp6.000.000

Jawaban: B. Rp4.000.000

Pembahasan:
Nilai nan disusutkan:
Rp15.000.000 – Rp3.000.000 = Rp12.000.000
Penyusutan per tahun:
Rp12.000.000 ÷ 3 = Rp4.000.000

Soal 6

Sebuah trtokoh canggih dibeli seharga Rp40.000.000 oleh seorang petani sukses dengan nilai residu Rp10.000.000. Trtokoh tersebut diperkirbakal dapat dipakai selama 6 tahun. Apabila petani menggunbakal metode penyusutan garis lurus, maka beban penyusutan trtokoh tersebut setiap tahun adalah…

A. Rp4.000.000
B. Rp5.000.000
C. Rp6.000.000
D. Rp6.666.667

Jawaban: B. Rp5.000.000

Pembahasan:
Nilai nan disusutkan:
Rp40.000.000 – Rp10.000.000 = Rp30.000.000
Penyusutan per tahun:
Rp30.000.000 ÷ 6 = Rp5.000.000

Tingkat Kesulitan: Sedang

Soal 1

PT Langit Semesta membeli sebuah mesin untuk menghasilkan produk ramah lingkungan pada awal tahun 2022 dengan nilai Rp80.000.000. Mesin tersebut diperkirbakal mempunyai umur faedah 8 tahun dan nilai residu Rp16.000.000.

Jika PT Langit Semesta menggunbakal metode garis lurus, maka besarnya beban penyusutan mesin pada tahun 2024 adalah…

A. Rp6.000.000
B. Rp7.000.000
C. Rp8.000.000
D. Rp10.000.000

Jawaban: C. Rp8.000.000

Pembahasan:
Metode garis lurus menunjukkan bahwa penyusutan berkarakter tetap setiap tahun (tahun ke berapa pun nilainya sama).
Nilai nan disusutkan:
Rp80.000.000 – Rp16.000.000 = Rp64.000.000
Penyusutan per tahun:
Rp64.000.000 ÷ 8 = Rp8.000.000
Jadi pada tahun 2024 tetap Rp8.000.000.

Soal 2

Sebuah mobil pengangkut hewan ternak dibeli seharga Rp150.000.000 dengan nilai residu Rp30.000.000 dan umur faedah 10 tahun. Jika mobil pengangkut hewan ternak tersebut sudah digunbakal selama 3 tahun, maka nilai kitab mobil pada akhir tahun ketiga adalah…

A. Rp114.000.000
B. Rp120.000.000
C. Rp96.000.000
D. Rp90.000.000

Jawaban: A. Rp114.000.000

Pembahasan:
Nilai nan disusutkan:
Rp150.000.000 – Rp30.000.000 = Rp120.000.000
Penyusutan per tahun:
Rp120.000.000 ÷ 10 = Rp12.000.000
Akumulasi penyusutan 3 tahun:
3 × Rp12.000.000 = Rp36.000.000
Nilai kitab akhir tahun ke-3:
Rp150.000.000 – Rp36.000.000 = Rp114.000.000

Soal 3

Percetbakal stiker membeli mesin cetak senilai Rp24.000.000 dengan umur faedah 6 tahun dan nilai residu Rp6.000.000. Berapakah total akumulasi penyusutan setelah mesin digunbakal selama 4 tahun jika menggunbakal metode garis lurus?

A. Rp8.000.000
B. Rp10.000.000
C. Rp12.000.000
D. Rp16.000.000

Jawaban: C. Rp12.000.000

Pembahasan:
Nilai nan disusutkan:
Rp24.000.000 – Rp6.000.000 = Rp18.000.000
Penyusutan per tahun:
Rp18.000.000 ÷ 6 = Rp3.000.000
Akumulasi penyusutan 4 tahun:
4 × Rp3.000.000 = Rp12.000.000

Soal 4

Sebuah oven kue berbobot internasional dibeli dengan nilai Rp90.000.000 dan diperkirbakal mempunyai nilai residu sebesar 20% dari nilai beli. Oven tersebut mempunyai umur faedah 9 tahun. Beban penyusutan per tahun menurut metode garis lurus adalah…

A. Rp6.000.000
B. Rp7.000.000
C. Rp8.000.000
D. Rp10.000.000

Jawaban: C. Rp8.000.000

Pembahasan:
Nilai residu:
20% × Rp90.000.000 = Rp18.000.000
Nilai nan disusutkan:
Rp90.000.000 – Rp18.000.000 = Rp72.000.000
Penyusutan per tahun:
Rp72.000.000 ÷ 9 = Rp8.000.000

Soal 5

Sebuah excavator untuk pengerjaan proyek rumahan dibeli seharga Rp200.000.000 dengan nilai residu Rp40.000.000 dan umur faedah 8 tahun. Jika excavator tersebut telah digunbakal selama 5 tahun, maka nilai kitab excavator tersebut adalah…

A. Rp80.000.000
B. Rp90.000.000
C. Rp100.000.000
D. Rp120.000.000

Jawaban: C. Rp100.000.000

Pembahasan:
Nilai nan disusutkan:
Rp200.000.000 – Rp40.000.000 = Rp160.000.000
Penyusutan per tahun:
Rp160.000.000 ÷ 8 = Rp20.000.000
Akumulasi penyusutan 5 tahun:
5 × Rp20.000.000 = Rp100.000.000
Nilai buku:
Rp200.000.000 – Rp100.000.000 = Rp100.000.000

Tingkat Kesulitan: Sulit

Soal 1

PT Jaya Mandiri Sejahtera membeli sebuah kendaraan mobil listrik pada 1 Januari 2020 dengan nilai Rp120.000.000. Mobil tersebut diperkirbakal mempunyai umur faedah 8 tahun dan nilai residu Rp24.000.000.

Pada akhir tahun 2022, perusahaan melakukan pertimbangan dan memutuskan bahwa umur faedah mobil tetap tersisa 3 tahun dengan nilai residu tetap.

Berdasarkan metode garis lurus, besarnya beban penyusutan mobil pada tahun 2023 adalah…

A. Rp9.000.000
B. Rp10.000.000
C. Rp12.000.000
D. Rp20.000.000

Jawaban: D. Rp20.000.000

Pempembahasan (Analisis):
Langkah 1 Hitung penyusutan awal per tahun
Nilai disusutkan awal:
Rp120.000.000 – Rp24.000.000 = Rp96.000.000
Penyusutan per tahun awal:
Rp96.000.000 ÷ 8 = Rp12.000.000

Langkah 2 Hitung akumulasi penyusutan sampai akhir 2022
Tahun 2020–2022 = 3 tahun
Akumulasi:
3 × Rp12.000.000 = Rp36.000.000
Nilai kitab akhir 2022:
Rp120.000.000 – Rp36.000.000 = Rp84.000.000

Langkah 3 Hitung penyusutan baru setelah revisi umur
Nilai nan tetap disusutkan:
Rp84.000.000 – Rp24.000.000 = Rp60.000.000
Umur faedah sisa:
3 tahun
Penyusutan per tahun baru:
Rp60.000.000 ÷ 3 = Rp20.000.000

Soal 2

Sebuah instansi nan berletak di pusat kota membeli mesin fotokopi dengan nilai Rp75.000.000. Mesin tersebut mempunyai umur faedah 5 tahun dan nilai residu Rp5.000.000. Setelah digunbakal selama 2 tahun, mesin tersebut dijual dengan nilai Rp50.000.000.

Jika instansi menggunbakal metode garis lurus, maka untung alias rugi penjualan aset tersebut adalah…

A. Laba Rp3.000.000
B. Laba Rp10.000.000
C. Rugi Rp3.000.000
D. Rugi Rp10.000.000

Jawaban: A. Laba Rp3.000.000

Pempembahasan (Analisis):
Langkah 1 Hitung penyusutan per tahun
Nilai disusutkan:
Rp75.000.000 – Rp5.000.000 = Rp70.000.000
Penyusutan per tahun:
Rp70.000.000 ÷ 5 = Rp14.000.000

Langkah 2 Akumulasi penyusutan 2 tahun
2 × Rp14.000.000 = Rp28.000.000

Langkah 3 Nilai kitab saat dijual
Rp75.000.000 – Rp28.000.000 = Rp47.000.000

Langkah 4 Bandingkan dengan nilai jual
Harga jual = Rp50.000.000
Nilai kitab = Rp47.000.000
Laba penjualan:
Rp50.000.000 – Rp47.000.000 = Rp3.000.000

Penutup

Ternyata, belajar akuntansi tidak susah asalkan Anda sudah mengerti konsepnya. Teruslah belajar contoh soal penyusutan metode garis lurus sampai Anda terbiasa dengan beragam macam tingkat kesulitan soal.

Kamu juga bisa mendapatkan contoh soal akuntansi materi lainnya di blog Mamikos. Ada pula materi mata pelaliran untuk beragam jenjang nan bakal membantu studimu. Semoga bermanfaat. 📚


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta

Selengkapnya
Sumber mamikos
-->