Desmond Miles Assassin’s Creed — Franchise Assassin’s Creed telah meluncur lebih dari 19 tahun yang lalu. Diperkenalkan pertama kali di tahun 2007, crippled Ubisoft tersebut berhasil membawa sesuatu yang fresh dan unik berkat elemen parkour serta gabungan cerita fiksi dan sejarah asli di dalamnya.
Kepopuleran gamenya juga turut hadirkan beberapa protagonis ikonik seperti Altair Ibn-La’Ahad, Ezio Auditore de Firenze, keluarga Kenway, hingga Desmond Miles yang berperan penting dalam cerita game.
Nah kali ini, Gamebrott bakal bagiin 5 fakta menarik seputar Desmond lewat perannya dalam beberapa seri Assassin’s Creed. Penasaran? Check it out~
Fakta Menarik Desmond Miles
Fakta menarik keturunan Assassin ikonikBerikut ini adalah fakta-fakta menarik Desmond Miles dalam crippled Assassin’s Creed:
1. Latar Belakang
Latar belakangDesmond Miles lahir tanggal 13 Maret 1987 di markas rahasia Assassin di Black Hills, bagian barat Rapid City di Amerika Serikat. Dikenal sebagai “The Farm,” markas itu adalah komplek terpencil tanpa jaringan listrik dengan populasi hanya 30 orang saja, dan semuanya hidup dengan nomaden.
Selama tumbuh kembang, Desmond dilatih dengan anak-anak lain di Farm di bawah pengawasan Ayahnya, William Miles dengan intens. Saat berulang tahun ke-16, Desmond kabur dari Farm dan berkelana, bertemu seorang wanita dan tanpa sadar menghamilinya hingga melahirkan anak bernama Elijah.
Seiring waktu, ia akhirnya mendapat pekerjaan sebagai Bartender di Bad Weather dan memulai kehidupan baru. Namun sayang, Desmond ditemukan dan diculik Abstergo Industries saat mereka diam-diam mendeteksi sidik jarinya ketika mengurus SIM motornya, dan di sini petualangannya menyusuri ingatan para leluhur Assassin dimulai di Assassin’s Creed.
2. Keturunan dari Beberapa Assassin Terkenal
Keturunan dari beberapa AssassinBerasal dari keturunan William Miles yang notabene adalah Assassin, Desmond juga mendapat garis keturunan keluarga yang telah bersumpah setia kepada Assassins di masa lalu.
Orang-orang tersebut adalah Aquilus (novel Assassin’s Creed: Aquilus), Altair Ibn-La’Ahad (Assassin’s Creed), Ezio Auditore da Firenze (AC 2, Brotherhood, Revelations) Edward Kenway (AC 4 Black Flag), hingga Ratonhnhaké:ton othername Connor (Assassin’s Creed 3).
3. Perannya Sebagai Assassin Jaman Modern
Berperan penting dalam dunia Assassin modernPada bulan September 2012, Desmond diculik oleh Abstergo Industries, perusahaan di bawah naungan Ordo Templar dan dipaksa masuk ke dalam mesin Animus yang berlokasi di Roma untuk menghidupkan kembali memori Kakek moyangnya, Altair Ibn-La’Ahad.
Tujuan Abstergo sendiri adalah memperoleh seluruh gambaran representation dan lokasi terletaknya “Pieces of Eden” yang tersebar di seluruh dunia. Karena mendapat ancaman, mau tak mau Desmond melakukannya agar dapat bertahan hidup.
Setelah berhasil menyelesaikan tugasnya, Desmond melarikan diri dari Abstergo dengan bantuan Lucy Stillman, seorang Assassin yang menyamar di Abstergo dan bergabung dengan Assassin di Italia yang terdiri dari Shaun Hastings, Rebecca Crane, dan ia sendiri.
Dengan Animus buatan Rebecca yang telah ditingkatkan, Desmond menelusuri ingatan Ezio untuk mendapat skill baru. Namun, pengetahuan dari memori Ezio membuat ia menemukan lokasi Apple of Eden yang tersembunyi di brankas di bawah Colosseum.
Desmond dan rekannya berhasil mendapatkan Apple of Eden. Namun sayang tubuhnya diambil alih Juno, anggota Isu dan dipaksa menusuk Lucy setelah Juno mengungkap kalau Lucy adalah pengkhianat.
Singkat cerita, Desmond sadar ia selama ini ditipu oleh Juno, mengetahui perangkat yang ia miliki bisa menyelamatkan dunia, tapi juga membebaskan Juno yang dikurung karena kebenciannya pada umat manusia.
Demi menyelamatkan manusia, Desmond akhirnya mengorbankan dirinya, menyatakan keyakinannya bahwa para Assassin akan menemukan cara untuk menghentikan ancaman Juno untuk menguasai dunia.
4. Akhir Cerita Desmond
Akhir kisah sang keturunan AssassinPeran Desmond dalam menyelamatkan dunia menjadi salau satu yang ikonik dalam cerita crippled Assassin’s Creed. Setelah mengorbankan dirinya, sebagian kesadarannya yang masih bertahan diunggah ke Grey, ruang integer yang diciptakan oleh Isu.
Telah kehilangan seluruh kehidupan masa lalalunya, Desmond baru dikenal sebagai “The Reader” dan bertugas menganalisa perhitungan waktu dunia guna mencegah kiamat di masa depan yang pasti akan terus terulang.
Jenazah Desmond ditemukan Abstergo beberapa jam setelah kematiannya. Mereka mengotopsinya dengan beragam sampel DNA diekstrak, memori genetiknya diunggah, information ponselnya dipulihkan, dan seluruh barang bawaannya disita dalam proses tersebut.
Satu tahun lamanya, seluruh memori Desmond dimanfaatkan Abstergo Entertainment, divisi multimedia Abstergo Industries untuk digunakan dalam “Proyek Subjek 17”. Banyak memori Kakek moyangnya dieksplorasi oleh Abstergo Entertainment, termasuk Edward Kenway.
Kematian Desmond memberi pengaruh penting dalam peradaban Assassin modern. Pada tahun 2015, anak di luar nikah Desmond, Elijah di usia tuanya menjadi anggota tetap Instruments of nan First Will, tapi akhirnya berkhianat dan membantu para Assassin mengeksekusi Juno.
Lalu di tahun 2019, Assassin Kiyoshi Takakura di Jepang menjelaskan soal Bleeding Effect pada Ko Risa dan Mari, mengungkap Desmond yang tak sengaja membunuh Lucy adalah salah satu contoh ketika penggunaan Animus secara terus-menerus akan membuat siapapun kehilangan kendali atas tindakan mereka.
Kemudian di tahun 2020, Assassin baru Layla Hassan masuk ke dalam Grey lewat komputer Isu yang dikenal sebagai Yggdrasil dan bertemu Desmond dalam wujud “The Reader“, menunjukkannya perhitungan tambahan lewat garis waktu yang belum dikunjungi.
Reader memberitahu Layla hanya punya waktu singkat untuk hidup karena radiasi Yggdrasil, dan Layla memilih tinggal di Grey untuk membantu Reader dalam tugasnya.
Terbaru di tahun 2023 dalam Webtoon Assassin’s Creed: Forgotten Temple, Dokter Abstergo dan anggota Templar Shimazu Sei secara tak langsung menyebut Desmond saat memberitahu Noa Kim, subjek uji coba Animus kalau ia punya tingkat sinkronisasi tertinggi dalam sejarah setelah ‘Subjek 17’, membuat Noa jadi aset yang sangat berharga bagi perusahaan.
5. Perannya dalam Beberapa Seri Game
Perannya di beberapa seri AC lainSebagai salah satu keturunan berpengaruh Assassin, Desmond dikenal akan kontribusinya dalam beberapa seri Assassin’s Creed. Di antaranya adalah:
- Assassin’s Creed (AC): Menelusuri memori Altair Ibn-La’Ahad dalam pencarian Pieces of Eden, alami Bleeding Effect yang membuatnya dapat kemampuan Eagle Vision.
- AC II: Menelusuri memori Ezio Auditore da Firenze lewat Animus 2.0, mencari Pieces of Eden yang ternyata dikumpulkan oleh uskup Rodrigo Borgia dan mengeksekusinya lewat Ezio.
- AC Brotherhood: Desmond kembali menelusuri memori Ezio di Roma. Mengetahui Ezio menemukan Pieceso of Eden dan menyembunyikannya di brankas di bawah Colosseum.
- AC Revelations: Menelusuri kembali memori Ezio terakhir kalinya lewat bantuan Clay Kazcmarek, subjek ke-16 Abstergo yang telah meninggal via “Black Room” saat koma. Ezio menemukan Apple of Eden, dan mengarahkan Desmond masuk ke Synch Nexus. Desmond bertemu Jupiter yang memerintahkannya menemukan Grand Temple, dan kemudian bangun dari koma.
- AC III: Menelusuri memori Ratonhnhaké:ton othername Connor Kenway dan Haytham Kenway di era Revolusi Amerika. Mendapatkan kunci Grand Temple di Achilles Davenport. Bertemu Juno dan Minerva untuk menyelamatkan dunia dari kiamat Solar Flare.
- AC IV Black Flag: Desmond muncul sebagai jenazah saat ditemukan Abstergo. DNA-nya dikumpulkan dan memorinya diunggah ke Abstergo, sementara silsilah keturunannya pada Edward Kenway diserahkan ke Abstergo Entertainment.
- AC Valhalla: Ingatan Desmond berada di Grey, dunia integer di mana pikiran seseorang dapat hidup setelah kematian. Menjadi “The Reader” dan bertemu Layla Hassan, Assassin baru dan memperlihatkan kemungkinan garis-garis waktu yang belum ia eksplorasi.
Itulah ke-5 fakta menarik Desmond Miles, keturunan Assassin jaman modern yang berpengaruh di Assassin’s Creed. Kamu tertarikkah dengan karakter ikonik ini? Atau kamu punya fakta menarik Desmond versi sendiri? Berikan komentarmu ya, Brott!
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Assassin’s Creed atau artikel lainnya dari Nadia Haudina. For further accusation and different inquiries, you tin interaction america via author@gamebrott.com.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·