17 Hal Yang Harus Dicek Saat Membeli Rumah, Dari Dokumen Hingga Bangunan Yang Harus Kamu Tahu

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Apa saja nan kudu dicek saat membeli rumah sering menjadi pertanyaan penting, terutama bagi pembeli rumah pertama nan tetap minim pengalaman.

Selain soal nilai dan lokasi, keputusan membeli rumah juga menyangkut legalitas, kondisi bangunan, hingga lingkungan sekitar nan bakal memengaruhi kenyamanan serta nilai aset di masa depan.

Artikel Mamikos ini bakal memtelaah secara rinci apa saja nan kudu dicek saat membeli rumah sehingga Anda dapat lebih percaya sebelum mengambil keputusan besar ini. Yuk, simak selengkapnya! 🏠💸✅

Hal-hal nan Harus Dicek saat Membeli Rumah

Foto: Freepik

Di era sekarang, pembelian rumah mengalami perubahan nan cukup signifikan dibandingkan beberapa tahun lalu.

Jika dulu membeli rumah identik dengan proses panjang dan info terbatas, sekarang calon pembeli dapat dengan mudah mencari referensi lewat platform digital, media sosial, hingga portal properti online. 

Tren ini membikin masyarakat semakin memahami bahwa membeli rumah menyangkut kebutuhan kediaman sekaligus perencanaan finansial jnomor panjang nan perlu dipikirkan dengan matang.

Kesadaran tersebut mendorong calon pembeli untuk lebih teliti dan tidak mudah tergoda oleh nilai murah alias promo menarik.

Pemahkondusif mengenai apa saja nan kudu dicek saat membeli rumah menjadi sangat krusial agar keputusan nan diambil benar-betul aman, baik dari sisi norma maupun kenyamanan hunian.

Di bawah ini bakal dijelaskan apa saja nan kudu dicek saat membeli rumah agar Anda semakin percaya dengan keputusanmu.

1. Status Sertifikat Tanah

Hal pertama dan paling krusial nan perlu dicek adalah status sertifikat tanah. Pastikan rumah nan bakal dibeli mempunyai Sertifikat Hak Milik (SHM) alias Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Jika berstatus SHGB, pastikan Anda mengecek masa berlsaya sertifikat tersebut.

Banyak sengketa properti terjadi lantaran pembeli tidak mengecek keaslian sertifikat sejak awal. Kamu dapat meminta fotokopi sertifikat lampau mencocokkannya dengan info di instansi Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

Langkah ini krusial untuk memastikan tanah tersebut tidak dalam status sengketa, tidak sedang dijaminkan ke bank, serta sesuai dengan info kepemilikan penjual.

2. Kesesuaian Nama di Sertifikat

Selain jenis sertifikat, periksa juga nama pemilik nan tertera di dokumen. Nama di sertifikat kudu sama dengan identitas penjual. Jika berbeda, misalnya tetap atas nama orang tua alias pihak lain, pastikan ada surat kuasa jual nan sah melalui Notaris.

Banyak kasus pembelian rumah nan kandas kembali nama lantaran arsip tidak lengkap. Kondisi ini dapat menyulitkan proses manajemen di kemudian hari dan berpotensi menimbulkan masalah hukum.

3. Izin Mendirikan Bangunan

Izin Mendirikan Bangunan (IMB), nan sekarang dikenal sebagai Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), juga wajib dicek. Dokumen ini menunjukkan bahwa gedung tersebut didirikan secara legal dan sesuai peruntukan lahan.

Rumah tanpa izin berisiko terkena hukuman manajemen hingga pembongkaran. Dengan memastikan izin gedung lengkap, Anda dapat merasa lebih kondusif dan tenang saat menempati rumah tersebut.

4. Kesesuaian Luas Tanah dan Bangunan

Jangan hanya percaya pada info lisan alias pamflet penjualan. Cocokkan luas tanah dan gedung nan tertera di sertifikat dengan kondisi nyata di lapangan. Jika perlu, lakukan pengukuran ulang alias minta support surveyor.

Perbedaan luas nan signifikan dapat memengaruhi nilai rumah dan menimbulkan sengketa di kemudian hari. Mengecek perincian ini termasuk langkah krusial dalam menjawab pertanyaan apa saja nan kudu dicek saat membeli rumah.

5. Riwayat Pajak Bumi dan Bangunan

Pastikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) rumah tersebut dibayar rutin dan tidak menunggak. Bukti pemgaji PBB biasanya diminta saat proses jual beli. Jika terdapat tunggakan, sebaiknya diselesaikan oleh penjual sebelum transtindakan dilakukan.

Tunggbakal PBB dapat menghalang proses kembali nama sertifikat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan berpotensi menimbulkan hambatan administratif bagi pembeli.

Dengan memastikan status PBB dalam kondisi bersih, proses pembelian rumah dapat melangkah lebih lancar dan memberikan kepastian norma bagi kedua belah pihak.

6. Kondisi Struktur Bangunan

Periksa kondisi struktur gedung secara menyeluruh, mulai dari fondasi hingga atap. Jangan ragu untuk menyiapkan daftar pertanyaan survei rumah nan mendetail mengenai kapan pembaharuan terakhir dilakukan alias apakah pernah ada perbaikan struktur nan signifikan.

Jika ragu, Anda dapat membujuk tenaga mahir gedung untuk melakukan inspeksi sebelum membeli rumah.

Pemeriksaan ini sangat membantu untuk mengidentifikasi kerusbakal tersembunyi dan memperkirbakal kebutuhan pembaharuan ke depan, dengan biaya nan relatif mini dibandingkan akibat kerugian di masa depan.

7. Kualitas Material Bangunan

Selain struktur bangunan, kualitas material juga perlu diperhatikan dengan saksama. Periksa jenis rnomor atap, kondisi keramik, kusen pintu dan jendela, serta plafon. 

Sebagai bagian dari tips membeli rumah bekas, ketelitian dalam mengecek kualitas material dapat membantumu menghindari rasa kecewa sekaligus memastikan rumah nan dibeli benar-betul nykondusif dan layak huni tanpa perlu banyak pembaharuan tambahan.

8. Sistem Kelistrikan Rumah

Pastikan instalasi listrik rumah terpasang dengan rapi dan aman. Periksa daya listrik nan tersedia, kondisi kabel, panel listrik, serta posisi stop kontak di setiap ruangan. Sistem kelistrikan nan tidak sesuai standar berisiko menimbulkan korsleting dan membahaybakal penunggu rumah.

Selain itu, tanybakal apakah instalasi listrik pernah diperbarui alias tetap menggunbakal sistem lama. Informasi ini krusial untuk memperkirbakal kebutuhan perbaikan ke depan dan memastikan sistem kelistrikan rumah bisa menunjang kebutuhan sehari-hari dengan kondusif dan nyaman.

9. Saluran Air dan Sanitasi

Periksa aliran air bersih, sumber air nan digunakan, serta kondisi pipa di seluruh bagian rumah. Pastikan air mengalir lancar, tidak berbau, dan tidak berubah warna. Selain itu, cek sistem pembuangan limbah untuk memastikan tidak ada kebocoran alias sumbatan nan dapat menimbulkan masalah di kemudian hari.

Saluran air dan sanitasi nan jelek dapat berakibat langsung pada kenyamanan dan kesehatan penunggu rumah.

Dengan memastikan sistem ini berfaedah dengan baik sejak awal, Anda dapat menghindari akibat gangguan kesehatan serta biaya perbaikan nan tidak terduga setelah rumah ditempati.

10. Ventilasi dan Pencahayaan

Ventilasi nan baik membikin sirkulasi udara di dalam rumah lebih lancar sehingga kediaman terasa sejuk dan sehat. Perhatikan jumlah dan posisi jendela, arah hadap rumah, serta aliran udara di setiap ruangan, terutama bilik tidur dan dapur.

Selain ventilasi, pencahayaan alami juga perlu diperhatikan lantaran dapat mengurangi kelembapan dan penggunaan listrik di siang hari. Rumah dengan pencahayaan nan cukup umumnya terasa lebih nykondusif dan mendukung kualitas hidup penunggu dalam jnomor panjang.

11. Riwayat Banjir dan Lingkungan

Cari tahu apakah rumah alias area sekitarnya pernah mengalami banjir, baik banjir besar maupun genangan rutin saat hujan deras. Informasi ini bisa diperoleh dengan bertanya langsung kepada penduduk sekitar alias mengameninggal kondisi saluran air di lingkungan tersebut.

Rumah nan berada di area rawan banjir berpotensi menimbulkan biaya perawatan lebih tinggi dan menurunkan nilai properti. Oleh lantaran itu, riwayat banjir menjadi ftokoh krusial nan tidak boleh diabaikan sebelum membeli rumah.

12. Akses Jalan dan Keamanan

Periksa akses jalan menuju rumah, apakah cukup lebar untuk kendaraan. Akses nan sempit alias susah dilalui dapat menyulitkan aktivitas sehari-hari dan berpengaruh pada kenyamanan jnomor panjang.

Selain akses, perhatikan juga tingkat keamanan lingkungan sekitar. Keberadaan sistem keamanan lingkungan, pencahayaan jalan, dan kondisi sekitar nan tertata dapat memberikan rasa kondusif sekaligus meningkatkan kualitas hidup penghuni.

13. Legalitas Lingkungan Perumahan

Jika membeli rumah di area perumahan, pastikan status lahan dan perizinan developer jelas dan lengkap. Legalitas nan baik menunjukkan bahwa perumahan tersebut dibangun sesuai patokan dan mempunyai kepastian hukum.

Selain itu, krusial juga untuk menelusuri rekam jejak pengembang. Pengembang nan bertanggung jawab umumnya mempunyai proses serah terima nan jelas dan pengelolaan lingkungan nan berkelanjutan.

14. Fasilitas Umum di Sekitar Rumah

Perhatikan kesiapan akomodasi umum di sekitar rumah, seperti sekolah, rumah sakit, pusat belanja, dan akses transportasi. Fasilitas nan mudah dijangkau dapat mendukung kenyamanan aktivitas sehari-hari.

Lingkungan dengan akomodasi umum nan komplit juga condong mempunyai nilai properti nan lebih stabil. Hal ini krusial dipertimbangkan, terutama jika rumah bakal digunbakal sebagai kediaman jnomor panjang alias aset investasi.

15. Rencana Tata Kota dan Lingkungan

Cari tahu rencana pengembangan wilayah di sekitar rumah, termasuk kemungkinan pemgedung prasarana alias area baru. Informasi ini dapat membantu Anda memprediksi perubahan lingkungan di masa depan.

Perubahan tata kota bisa memberikan akibat positif, seperti kemudahan akses, tetapi juga berpotensi menimbulkan akibat negatif, seperti kebisingan alias kepadatan. Dengan mengetahui rencana ini sejak awal, Anda dapat mengambil keputusan nan lebih bijak.

16. Harga Pasar dan Potensi Investasi

Bandingkan nilai rumah nan bakal dibeli dengan properti lain di area nan sama. Harga nan terlampau murah perlu dicermati, sementara nilai nan terlampau tinggi sebaiknya dikajian kembali berasas kondisi dan akomodasi rumah.

Riset nilai pasar membantu Anda menilai apakah rumah tersebut layak dibeli sebagai tempat tinggal maupun sebagai investasi jnomor panjang. Langkah ini juga dapat mencegah kerugian di kemudian hari.

17. Proses Transaksi

Pastikan proses jual beli rumah dilakukan melalui Notaris/PPAT nan terpercaya. Semua arsip kudu dibacbakal dengan jelas dan dipahami sebelum ditandatangani.

Proses transtindakan nan transparan dapat melindungi kewenangan dan tanggungjawab kedua belah pihak. Dengan pendampingan profesional, akibat kesalahan manajemen dan sengketa norma di masa depan dapat diminimalkan.

Penutup

Membeli rumah adalah keputusan besar nan memerlukan ketelitian dan perencanaan matang. Dengan memahami apa saja nan kudu dicek saat membeli rumah, Anda dapat meminimalkan akibat hukum, teknis, maupun finansial di kemudian hari. Pemeriksaan sejak awal membantu memastikan rumah nan dibeli benar-betul aman, nyaman, dan sesuai kebutuhan.

Jangan ragu untuk meluangkan waktu lebih lama dalam proses pengecekan dan membandingkan beberapa pilihan sebelum mengambil keputusan.

Yuk, jadi pembeli rumah nan pandai dan pastikan setiap langkah dilakukan dengan penuh pertimbangan agar rumah angan dapat menjadi kediaman nan nykondusif sekaligus aset berbobot untuk masa depan. 🏠💸✅


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Murah

Kost Jakarta Murah

Kost Bandung Murah

Kost Denpasar Bali Murah

Kost Surabaya Murah

Kost Semarang Murah

Kost Mkepalang Murah

Kost Solo Murah

Kost Bekasi Murah

Kost Medan Murah

Selengkapnya
Sumber mamikos
-->