Contoh duit elektronik di Indonesia semakin beragam dan penggunaannya pun bisa untuk nyaris semua aktivitas sehari-hari, mulai dari bayar tol, naik transportasi umum, hingga shopping online.
Sayangnya, tetap banyak orang nan belum benar-betul memahami apa itu duit elektronik dan perbedaannya dengan dompet digital biasa. Akibatnya, tidak sedikit nan salah memilih perangkat pembayaran.
Melalui tulisan Mamikos kali ini, Anda bakal mengenal beragam contoh duit elektronik di Indonesia beserta penjelasannya secara komplit dan mudah dipahami. 💰💳
Jenis Uang Elektronik di Indonesia
Uang elektronik adalah contoh perangkat pemgaji non tunai nan banyak berkembang sejak era internet berlangsung. Uang elektronik di Indonesia tidak hanya berbeda dari sisi nama saja, tetapi juga dibedbakal berasas media penyimpanan, status identitas pengguna, dan kegunaan penggunaannya.
Memahami jenis duit elektronik ini krusial agar Anda tidak salah pilih dan bisa menggunakannya secara maksimal sesuai kebutuhan.
Jenis Uang Elektronik Berdasarkan Media Penyimpanan
Berdasarkan media penyimpanannya, duit elektronik terbagi menjadi dua.
1. Uang Elektronik berpatokan chip alias kartu
Uang elektronik nan berpatokan chip menyimpan saldo langsung di dalam kartu dan Anda bisa menggunakannya dengan langkah tap di mesin pembayaran.
Contoh duit elektronik di Indonesia berpatokan kartu banyak nan menggunakannya untuk pemgaji tol, transportasi umum, parkir, dan merchant offline. Kelebihannya adalah transtindakan nan sigap dan praktis, apalagi pada kondisi tertentu tetap bisa digunbakal tanpa hubungan internet.
2. Uang elektronik berpatokan server alias aplikasi.
Saldo pada duit elektronik jenis ini tersimpan di server penerbit dan bisa Anda akses melalui aplikasi di smartphone.
Uang elektronik berpatokan server sangat umum untuk pemgaji QR, shopping online, hingga transtindakan di beragam merchant modern. Karena berpatokan aplikasi, jenis ini biasanya memerlukan hubungan internet saat bertransaksi.
Jenis Uang Elektronik Berdasarkan Status Identitas
Dilihat dari status identitas pengguna, duit elektronik terbagi menjadi unregistered dan registered.
Unregistered adalah duit elektronik nan bisa Anda pakai tanpa memerlukan verifikasi identitas, dengan pemisah saldo nan relatif kecil.
Sementara registered adalah duit elektronik nan sudah melalui proses verifikasi info diri, sehingga mempunyai batas saldo lebih besar dan fitur nan lebih lengkap.
Jenis Uang Elektronik Berdasarkan Kegunaan
Berdasarkan kegunaannya, duit elektronik berfaedah untuk transtindakan harian di merchant, pemgaji transportasi dan tol, hingga mendukung ekosistem aplikasi seperti e-commerce alias jasa digital lainnya.
15 Contoh Uang Elektronik di Indonesia dan Penjelasannya
Berikut ini adalah 15 contoh duit elektronik di Indonesia nan paling umum digunbakal masyarakat.
Contoh Uang Elektronik Berpedoman Aplikasi (Server-Based)
1. GoPay
GoPay adalah duit elektronik berpatokan aplikasi nan terintegrasi dengan ekosistem Gojek. Fungsinya untuk bayar jasa transportasi online, pesan makanan online, shopping di merchant offline dengan QR, hingga transtindakan online.
Kelebihannya adalah jangkauan merchant nan luas dan kemudahan top up melalui mobile banking. GoPay cocok untuk Anda nan sehari-hari terbiasa menggunbakal jasa digital.
2. OVO
OVO merupbakal duit elektronik untuk pemgaji di pusat perbelanjaan, restoran, dan beragam merchant mitra.
Selain sebagai perangkat pembayaran, OVO juga mempunyai sistem poin nan bisa dikumpulkan dan ditukar. OVO cocok bagi pengguna nan sering bershopping offline maupun online dan memanfaatkan promo loyalitas.
3. DANA
DANA adalah duit elektronik berpatokan server nan konsentrasi pada kemudahan pemgaji digital, seperti QRIS, shopping online, dan pemgaji tagihan.
Sistem UI alias antarmukanya cukup sederhana terutama bagi pemula. DANA cocok untuk pengguna nan menginginkan dompet digital praktis tanpa banyak fitur tambahan nan kompleks.
4. LinkAja
LinkAja merupbakal duit elektronik hasil sinergi dari beberapa BUMN. Aplikasi ini sering digunbakal untuk pemgaji transportasi tertentu, jasa publik, dan merchant nasional.
Selain jenis reguler, LinkAja juga mempunyai jasa berpatokan syariah. Cocok untuk pengguna nan memerlukan duit elektronik untuk jasa publik dan ekosistem BUMN.
5. ShopeePay
ShopeePay adalah duit elektronik nan terintegrasi dengan platform e-commerce Shopee. Selain shopping online, banyak juga nan menggunbakal ShopeePay di merchant offline melalui QRIS. Kelebihannya adalah banyaknya promo dan cashback nan agresif.
Cara isi saldo ShopeePay juga mudah, Anda bisa top up di Alfamart, Indomaret, hingga transfer bank. Shopeepay ini adalah salah satu contoh duit elektronik di Indonesia nan cocok jika Anda adalah pengguna nan aktif bershopping online.
6. Sakuku (BCA)
Sakuku merupbakal duit elektronik dari Bank BCA nan dapat Anda gunbakal untuk pemgaji di merchant, top up pulsa, dan transtindakan QR.
Bagi pengguna BCA, Sakuku sangat praktis terhubung langsung dengan ekosistem perbankan. Cocok untuk pengguna nan menginginkan dompet digital sederhana dari bank.
7. iSaku
iSsaya adalah duit elektronik nan sering digunbakal di jaringan ritel tertentu. Selain untuk pembayaran, iSsaya juga mendukung fitur transfer saldo dan promo unik di merchant mitra. iSsaya adalah contoh duit elektronik di Indonesia untuk pengguna nan sering bershopping di minimarket alias ritel modern.
8. JakOne Pay (Bank DKI)
JakOne Pay merupbakal duit elektronik dari Bank DKI nan mendukung pemgaji transportasi dan jasa di wilayah tertentu. Uang elektronik ini juga tersedia dalam corak aplikasi dan kartu. Cocok untuk pengguna nan tinggal alias berkegiatan di area jasa Bank DKI.
Contoh Uang Elektronik Berpedoman Kartu (Chip-Based)
9. Mandiri e-money
Mandiri e-money adalah salah satu duit elektronik berpatokan kartu paling terkenal di Indonesia.
Banyak konsumen nan menggunbakal e-money dari Mandiri untuk pemgaji tol, transportasi umum, parkir, dan merchant offline. Kelebihannya adalah kemudahan penggunaan dengan sistem tap dan top up nan luas.
10. Flazz BCA
Flazz BCA merupbakal duit elektronik berpatokan kartu nan banyak diterima di merchant ritel dan transportasi.
Contoh duit elektronik di Indonesia dari BCA ini cukup praktis dan banyak pengguna nan menggunakannya untuk transtindakan mini sehari-hari. Cocok untuk pengguna nan menginginkan pemgaji sigap tanpa aplikasi.
11. BRIZZI (BRI)
BRIZZI adalah duit elektronik kartu dari Bank BRI nan bisa Anda pakai untuk pemgaji tol, shopping ritel, dan transportasi. Top up dapat dilakukan melalui ATM, mobile banking, dan merchant tertentu. Brizzi adalah contoh duit elektronik nan cocok untuk pengguna BRI dan pengguna transportasi darat.
12. TapCash (BNI)
TapCash merupbakal duit elektronik berpatokan kartu dari Bank BNI. Banyak pengguna nan memakainya untuk pemgaji transportasi umum, parkir, dan shopping di merchant tertentu. Keunggulannya adalah kemudahan top up dan jangkauan penggunaan nan cukup luas.
13. JakCard (Bank DKI)
JakCard adalah duit elektronik bermotif kartu untuk jasa publik dan transportasi di Jakarta. Selain itu, banyak juga nan memakai JakCard di beberapa lokasi wisata dan merchant tertentu. Kartu ini cocok bagi penduduk alias visitor di Jakarta.
14. Kartu Multi Trip (KMT) KAI Commuter
KMT adalah duit elektronik unik nan berfaedah untuk pemgaji perjalanan KRL Commuter Line. Selain untuk tiket, Anda juga bisa menggunbakal kartu ini di beberapa merchant. Kamu bisa menggunbakal KMT ini jika Anda adalah pengguna transportasi kereta komuter harian.
15. Kartu Uang Elektronik Co-Brand
Kartu duit elektronik co-brand adalah kartu e-money hasil kerjasama bank/penerbit resmi dengan brand alias merchant tertentu.
Contohnya, Bank Mandiri pernah menerbitkan kartu Mandiri e-money co-branding dengan Shopee (termasuk kreasi unik Shopee dan Garena Games), serta kerjasama Indomaret lewat e-Money co-branding berdesain Point Coffee.
Fungsi kartu co-brand tetap sama seperti e-money biasa (untuk transtindakan tap dan pemgaji non-tunai). Perbedaannya pada kreasi kartu, kanal penjualan, dan paket promo.
Bahkan, ada juga jenis kerjasama ritel-pop culture seperti FamilyMart x Demon Slayer sebagai e-money jenis khusus.
Cara Memilih Uang Elektronik nan Tepat
Setelah mengetahui beragam contoh duit elektronik di Indonesia, langkah berikutnya adalah memilih nan paling sesuai dengan kebutuhanmu.
Jangan sampai Anda memilih hanya lantaran ikut tren alias sekadar tergiur promo, padahal fitur dan penggunaannya tidak cocok untuk aktivitas harian. Berikut ini langkah menentukan duit elektronik nan cocok untuk kamu:
1. Tentukan Tujuan Utama Pemakaian
Jika Anda sering menggunbakal tol, parkir, alias transportasi nan mengandalkan mesin tap, maka duit elektronik berpatokan kartu (chip) seperti e-money, Flazz, BRIZZI, alias TapCash biasanya lebih praktis lantaran transtindakan sigap dan tidak perlu membuka aplikasi.
Sebaliknya, jika kebutuhanmu lebih banyak untuk shopping online, bayar tagihan, alias transtindakan QR di merchant, maka duit elektronik berpatokan aplikasi (server) seperti GoPay, OVO, DANA, alias ShopeePay bakal lebih fleksibel.
2. Perhatikan Kemudahan Top Up dan Akses Penggunaan.
Pilih nan saluran top up-nya tersedia di tempat nan sering Anda pakai, misalnya mobile banking, ATM, minimarket, alias merchant tertentu.
3. Cek Biaya nan Mungkin Muncul
Contohnya seperti biaya admin top up, transfer, tarik saldo, alias biaya jasa tertentu. Tujuannya agar Anda tidak merasa “bocor halus” tiap transaksi.
4. Utambakal Keamanan
Aktifkan PIN alias biometrik, nyalbakal notifikasi transaksi, dan jangan pernah membagikan OTP kepada siapa pun. Dengan memilih secara tepat, duit elektronik bakal benar-betul membantu transtindakan jadi cepat, rapi, dan nyaman.
Kesimpulan
Sekarang Anda sudah mendapatkan gambaran jelas tentang contoh duit elektronik di Indonesia, mulai dari pengertian, jenis, hingga contoh nan paling banyak orang gunakan.
Pada intinya, duit elektronik adalah perangkat pemgaji prabayar dengan saldo nan tersimpan secara elektronik. Cara pakainya kurang lebih mirip dengan duit tunai digital, nan mana saldo berkurang saat transtindakan dan Anda perlu menjaga keamanan kartu alias akun.
Kalau Anda tetap bingung, ingat rumus simpelnya. Uang elektronik berpatokan kartu (chip) lebih cocok untuk transtindakan sigap seperti tol, transportasi, dan parkir. Uang nan berpatokan kartu langkah penggunaannya adalah dengan tap dan tidak memerlukan akses internet.
Sedangkan duit digital berpatokan aplikasi (server) lebih elastis untuk QR, shopping online, dan bayar tagihan. Contoh duit elektronik di Indonesia adalah Gopay alias OVO nan penggunaannya kudu terhubung dengan internet.
Nah, apakah Anda sudah tau bakal memilih duit elektronik jenis apa? Atau Anda sudah punya duit elektronik apa saja nih?
7 Uang Elektronik Indonesia Terbaik Untuk Transtindakan Digital di Tahun 2025 [Daring]. Tautan: https://www.bayarind.id/news/7-uang-elektronik-indonesia-terbaik-untuk-transaksi-digital/
Mengenal Uang Elektronik: Pengertian, Jenis dan Keunggulannya [Daring. Tautan: https://www.ad-ins.com/id/our-story/kisah-adins/uang-elektronik-adalah/
Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:
Kost Jogja Murah
Kost Jakarta Murah
Kost Bandung Murah
Kost Denpasar Bali Murah
Kost Surabaya Murah
Kost Semarang Murah
Kost Mkepalang Murah
Kost Solo Murah
Kost Bekasi Murah
Kost Medan Murah
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·