12 Ciri Rumah Bermasalah Yang Wajib Diketahui Sebelum Membeli

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Ada banyak karakter rumah bermasalah nan wajib diketahui sebelum membeli sering kali tidak terlihat sekilas saat survei rumah. Terutama jika calon pembeli hanya konsentrasi pada nilai murah alias tampilan gedung nan terlihat rapi. 

Padahal, rumah dengan masalah tersembunyi bisa menimbulkan biaya pembaharuan besar, gangguan kenyamanan, hingga akibat norma di kemudian hari. 

Karena itu, krusial untuk memahami tanda-tkamu rumah bermasalah sejak awal agar keputusan membeli rumah tidak berujung penyesalan. 🏚️🔨

12 Ciri Rumah Bermasalah nan Wajib Diketahui Sebelum Membeli

pixabay.com/pcjvdwiel

Sebelum memutuskan membeli rumah, krusial untuk memahami bahwa tidak semua masalah rumah bisa terlihat secara kasat mata. 

Banyak rumah tampak layak huni secara visual, tapi rupanya menyimpan banyak persoalan serius nan baru terasa setelah Anda tempati. 

Apa hal nan kudu dicek saat membeli rumah? Berikut ini adalah karakter rumah bermasalah nan wajib diketahui sebelum membeli agar Anda tidak salah mengambil keputusan.

1. Retbakal Besar pada Dinding dan Plafon

Retbakal pada tembok memang umum, terutama pada rumah nan sudah berumur lama. Namun, Anda perlu waspada jika menemukan retbakal besar, memanjang, alias memcorak pola diagonal, terutama di perspektif pintu dan jendela. 

Retbakal seperti ini sering menjadi tkamu adanya masalah struktur alias pergerbakal pondasi. Jika dibiarkan, maka retbakal bisa semakin melebar dan mengganggu kekuatan bangunan. 

Perbaikan retbakal struktural umumnya memerlukan biaya besar dan tidak bisa selesai hanya dengan tambal cat biasa. Retbakal pada tembok alias plafon adalah red flag serius nan wajib Anda waspadai sebelum membeli rumah.

2. Lantai Rumah Miring alias Tidak Rata

Lantai nan terasa miring, bergelombang, alias tidak rata sering kali menjadi indikasi bahwa pondasi rumah mengalami penurunan. Masalah ini biasanya terjadi akibat kondisi tanah nan kurang stabil alias kualitas pondasi nan buruk. 

Dampaknya tidak hanya pada kenyamanan saja, tetapi juga pada struktur gedung secara keseluruhan. Rumah dengan lantai miring berisiko mengalami kerusbakal lanjutan dan memerlukan pembaharuan besar. 

Jika Anda merasbakal lantai tidak rata saat berjalan, sebaiknya pertimbangkan kembali keputusan membeli rumah tersebut.

3. Pintu dan Jendela Sulit Dibuka alias Ditutup

Banyak nan menganggap pintu dan jendela nan seret sebagai masalah sepele, padahal bisa menjadi tkamu pergeseran struktur bangunan. Jika banyak pintu dan jendela tidak presisi, besar kemungkinan rnomor rumah mengalami perubahan posisi akibat pondasi nan bergerak. 

Masalah ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menunjukkan bahwa gedung tak lagi stabil. Dalam jnomor panjang, perbaikan struktur untuk mengatasi masalah ini bisa sangat mahal dan kompleks.

4. Atap Bocor dan Plafon Bernoda Air

Ciri rumah bermasalah nan wajib diketahui sebelum membeli lainnya adalah noda air pada plafon, cat mengelupas, alias jejak rembesan di langit-langit. Semua ini adalah tkamu bahwa ada kebocoran di atap. 

Kebocoran genting nan berjalan lama dapat merusak rnomor kayu, plafon, hingga instalasi listrik. Banyak pembeli tertipu lantaran kebocoran tidak terlihat saat membeli rumah di musim kemarau. 

Padahal, memperbaiki genting bocor sering kali memerlukan pembongkaran sebagian besar struktur atap. Hal ini menjadi salah satu karakter rumah bermasalah nan sering menimbulkan biaya tak terduga setelah menempati rumah.

5. Bau Lembap, Jamur, dan Dinding Mengelupas

Bau apek, munculnya jamur di perspektif ruangan, serta cat tembok nan mengelupas biasanya menjadi tkamu rumah nan lembap. Kondisi ini bisa karen rembesan air, sirkulasi udara nan buruk, alias saluran air nan bermasalah. 

Selain merusak bangunan, kelembapan berlebih juga berakibat jelek bagi kesehatan penghuni, terutama anak-anak dan lansia. Jika jamur muncul di banyak area, perihal tersebut itu menandbakal adanya masalah serius nan tidak bisa selesai hanya dengan mengecat ulang.

6. Rumah Membutuhkan Renovasi Besar

Renovasi memang wajar, tetapi Anda perlu berhati-hati jika rumah memerlukan perbaikan besar pada banyak bagian sekaligus. Renovasi berat seperti penggantian atap, perbaikan struktur, instalasi ulang listrik dan air, sering kali membakal biaya sangat besar. 

Banyak pembeli tergoda nilai murah tanpa menghitung total biaya pembaharuan nan keluar. Jika perkiraan biaya pembaharuan terlampau tinggi alias apalagi melampaui nilai rumah, sebaiknya Anda mencari pilihan rumah lain nan lebih aman.

7. Instalasi Listrik Terlihat Usang dan Tidak Rapi

Instalasi listrik nan semrawut, kabel terbuka, alias panel listrik lama merupbakal tkamu rumah tidak memenuhi standar keamanan saat ini. Kondisi ini meningkatkan akibat korsleting dan kebakaran, terutama jika beban listrik rumah meningkat. 

Mengganti instalasi listrik bukan pekerjaan ringan lantaran sering kali juga berujung pembongkaran dinding. Jika sejak awal instalasi listrik sudah terlihat bermasalah, perihal ini patut menjadi pertimbangan serius sebelum membeli rumah tersebut.

8. Saluran Air Sering Mampet alias Pipa Bocor

Ciri rumah bermasalah nan wajib diketahui sebelum membeli paling umum adalah masalah pada saluran air. Banyak masalah pada sistem air nan baru terasa setelah penunggu menempati rumah. 

Tanda-tandanya antara lain air mengalir lambat, aroma tidak sedap dari saluran pembuangan, alias adanya bercak lembap di lantai dan dinding. Pipa bocor di dalam tembok bisa menyebabkan kerusbakal struktural dan jamur. 

Perbaikannya pun tidak murah lantaran memerlukan pembongkaran di area tertentu. Sebaiknya hindari rumah dengan masalah saluran air jika tidak mau menghadapi perbaikan nan merepotkan.

9. Lokasi Rumah Rawan Banjir

Rumah nan berada di area rawan banjir merupbakal salah satu karakter rumah bermasalah nan paling merugikan. Banjir tidak hanya merusak gedung dan perabot, tetapi juga menurunkan nilai properti secara signifikan. 

Tkamu rumah pernah kebanjiran bisa terlihat dari jejak garis air di dinding, lantai nan mengelupas, alias aroma lembap nan menetap. Jika banjir terjadi secara rutin, biaya perawatan dan perbaikan bakal terus berulang setiap tahun.

10. Lingkungan Sekitar Tidak Aman alias Tidak Nyaman

Lingkungan mempunyai pengaruh besar terhadap kualitas hidup penunggu rumah. Area nan rawan kriminalitas, terlampau bising, alias mempunyai akses jalan sempit dapat menurunkan kenyamanan dan rasa aman. 

Selain itu, rumah di lingkungan seperti ini biasanya susah dijual kembali. Banyak pembeli baru menyadari masalah lingkungan setelah tinggal beberapa waktu. 

Oleh lantaran itu, sebaiknya Anda perlu mengameninggal kondisi sekitar rumah, berbincang dengan warga, dan datang di waktu berbeda sebelum memutuskan membeli.

11. Utilitas Dasar Tidak Lengkap alias Bermasalah

Kamu patut waspada pada rumah nan tidak mempunyai akses air bersih nan stabil, listrik memadai, drainase baik, alias jalan lingkungan nan layak. Kekurangan utilitas dasar bakal menyulitkan aktivitas sehari-hari dan menambah biaya tambahan untuk perbaikan. 

Dalam beberapa kasus, masalah utilitas bukan tanggung jawab pemilik rumah, melainkan lingkungan sekitar, sehingga perbaikannya pun sulit. Hal ini membikin rumah kurang ideal untuk kediaman maupun investasi.

12. Legalitas Rumah Tidak Jelas alias Bermasalah

Masalah legalitas adalah red flag terbesar dalam membeli rumah. Sertifikat nan tidak jelas, status tanah bermasalah, alias arsip gedung tidak komplit bisa menimbulkan sengketa norma di kemudian hari. 

Risiko ini jauh lebih berancaman daripada kerusbakal bentuk lantaran dapat menyebabkan kerugian total. Sebaiknya hindari rumah dengan legalitas bermasalah, meskipun harganya sangat murah. Pastikan semua arsip kepemilikan komplit dan sah sebelum melanjutkan ke proses pembelian.

Kapan Rumah Masih Bisa Nego dan Kapan Harus Mundur?

Kamu tetap bisa nego jika masalahnya ringan dan biaya perbaikannya murah. Misalnya seperti:

  • Cat tembok kusam alias mengelupas ringan
  • Plafon rusak mini di satu titik (bukan rembesan luas)
  • Keran menetes, shower/closet perlu servis
  • Kusen/pintu butuh setel ulang lantaran engsel alias pemuaian (bukan lantaran struktur bergeser)
  • Lantai tergores, keramik pecah sebagian kecil
  • Perbaikan minor seperti tukar lampu, stop kontak, alias fitting nan sudah tua

Agar negosiasi lebih kuat, Anda kudu tahu cara menghitung biaya pembaharuan rumah tersebut dan gunbakal hasilnya untuk menawar nilai alias meminta pemilik memperbaiki sebelum akad.

Tapi jika Anda menemukan karakter rumah bermasalah nan wajib diketahui sebelum membeli seperti ini, maka lebih baik mundur: 

  • Retbakal besar nan mengarah ke masalah struktur
  • Lantai miring alias terasa turun (indikasi pondasi bermasalah)
  • Banyak pintu/jendela seret lantaran rnomor gedung berubah
  • Kebocoran genting lama dengan noda air menyebar di plafon
  • Saluran pembuangan bermasalah berat nan berpotensi bongkar besar
  • Lokasi rawan banjir rutin alias drainase lingkungan buruk
  • Lingkungan rawan kejahatan alias akses sangat sulit
  • Legalitas tidak jelas, arsip tidak lengkap, alias ada potensi sengketa

Kalau sudah menyangkut struktur bangunan, termasuk wilayah banjir, dan urusan legalitas, maka lebih baik Anda cari rumah lain saja. 

Kesimpulan

Pada akhirnya, mengenali karakter rumah bermasalah nan wajib diketahui sebelum membeli adalah langkah paling kondusif untuk melindungi uang, waktu, dan ketenanganmu setelah pindah. 

Jangan hanya terpikat tampilan fasad, interior nan baru dicat, alias nilai murah saja. Fokuskan survei pada kondisi struktur, akibat kebocoran dan kelembapan, kegunaan utilitas seperti listrik dan air, serta situasi lingkungan nan memengaruhi kenyamanan dan nilai jual.

Gunbakal daftar 12 karakter rumah bermasalah nan wajib diketahui sebelum membeli di atas sebagai pedoman saat mengecek rumah. 

Kalau Anda menemukan masalah ringan nan jelas perbaikannya, Anda tetap bisa negosiasi nilai dengan dasar perkiraan biaya nan masuk akal. 

Namun, jika red flag mengarah pada masalah struktur, banjir rutin, alias legalitas nan tidak beres, jangan memaksbakal diri. Risiko dan kerugiannya bisa jauh lebih besar daripada nilai nan terlihat murah.

Sebelum memberi booking fee alias DP, pastikan Anda sudah melakukan survei lebih dari sekali, datang di waktu berbeda, dan jika perlu ajak orang nan mengerti gedung alias jasa inspeksi.

Dengan langkah sederhana ini, keputusan membeli rumah jadi lebih rasional, aman, dan minim penyesalan.


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Murah

Kost Jakarta Murah

Kost Bandung Murah

Kost Denpasar Bali Murah

Kost Surabaya Murah

Kost Semarang Murah

Kost Mkepalang Murah

Kost Solo Murah

Kost Bekasi Murah

Kost Medan Murah

Selengkapnya
Sumber mamikos
-->