Sudah berapa kali resolusimu nan berangkaian dengan duit tercapai?
Alih-alih menyalahkan keadaan lantaran selampau kandas dari tahun ke tahun, yuk perbaiki melalui resolusi finansial di tahun 2026 dengan sasaran nan lebih realistis. 💰
Dengan membikin resolusi finansial sesuai kebutuhan, kondisi finansial bakal lebih stabil dan aman. Selain itu, resolusi finansial tidak hanya bakal berhujung sebagai wacana. 💸
Resolusi Keuangan di Tahun 2026
Sebelum membikin resolusi finansial tahun 2026, beri waktu sejenak untuk mengevaluasi kembali pengeluaranmu tahun lalu. Apakah uangmu hanya ‘mampir’ sejenak di rekening? Atau bisa disimpan dalam corak tabungan?
Agar tidak mengulang kesalahan nan sama, menelusuri ke mana uangmu dibelanjbakal sangat penting. Sebab, perihal ini bisa berangkaian dengan mindset.
Jika mengelola duit nan sedikit saja tetap kesulitan, mengelola duit nan banyak bakal jauh lebih susah lantaran kurangnya kontrol diri dan aletak finansial secara bijak.
Resolusi finansial bagi mahasiswa tentunya berbeda dengan resolusi finansial untuk Anda nan sudah bekerja, apalagi berkeluarga.
Berikut ini adalah resolusi finansial tahun 2026 secara umum nan bisa Anda terapkan.
1. Siapkan Dana Darurat
Amankan keuanganmu dengan adanya biaya darurat. Ibarat pengaman, jika ada hal-hal nan tidak terduga seperti sakit tiba-tiba, laptop rusak, kendaraan bermasalah dan perlu servis, sampai kebutuhan mendadak, kondisi keuanganmu tidak bakal kacau.
Jumlah ideal biaya darurat nan perlu Anda siapkan berkisar antara 3 – 6 kali pengeluaran bulanan. Mungkin Anda bakal merasa berat jika langsung menyiapkan biaya darurat sekaligus. Namun, dengan mengumpulkannya secara bertahap, biaya daruratmu pasti bisa mencapai target.
Agar biaya darurat kondusif dan tidak digunbakal untuk kebutuhan harian, pisahkan duit tersebut di bank lain alias kantong lainnya. Anggaplah biaya darurat di tahun 2026 sebagai corak kemandirian mental agar Anda tidak stres saat terjadi ketidakpastian ekonomi. 💳
2. Buat Catatan Pemasukan dan Pengeluaran
Masalah duit nan hanya sekadar “mampir” di rekening biasanya banyak dihadapi lantaran tidak mencatat pemasukan dan pengeluaran.
Dengan melakukan pencatatan secara rinci, Anda jadi tahu pola keuanganmu. Jika terlampau banyak pengeluaran pada perihal nan tidak perlu, di bulan berikutnya kesalahan tersebut bisa dihindari.
Saat ini sudah banyak aplikasi pengatur pencatatan finansial di PC dan smartphone berbayar maupun gratis. Pilih aplikasi nan paling memudahkanmu untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran. Ada pula Google Sheet nan bisa dimanfaatkan.
Jika tidak mau menggunbakal aplikasi tambahan, tidak ada salahnya menulis manual di buku. Alternatif lainnya adalah dengan mencatat di WA agar tidak lupa, kemudian disalin dan dievaluasi secara berdikari setelah periode tertentu.
Bagi Anda nan susah mengontrol diri, gunbakal metode Zero-Based Budgeting alias metode anggaran tak bersisa. Jadi, setiap awal bulan alias setelah gajian, Anda langsung membagi duit tersebut ke dalam pos-pos nan sudah ditentukan hingga akhir bulan saldonya nol.
3. Cari Sumber Pemasukan Tambahan
Hanya mengandalkan pemasukan dari penghasilan bulanan bagi sebagian orang tetap belum cukup. Tidak jarang ada nan mengambil pekerjaan sampingan sebagai freelancer.
Untuk bisa mendapatkan pemasukan tambahan, tingkatkan skill terlebih dahulu. Ubah mindset dari bekerja keras jadi bekerja secara cerdas.
Semakin mahir Anda menguasai suatu skill, semakin besar potensi penghasilan tambahan nan bakal Anda dapatkan.
Misalnya saja Anda bisa belajar mengelola media sosial dan membikin konten-konten viral. Nantinya, Anda dapat melamar pekerjaan di bagian tersebut, baik untuk pengguna dalam negeri maupun pengguna luar negeri.
Tidak punya banyak waktu untuk kerja lantaran sudah capek di instansi alias kuliah? Manfaatkan pesenggang berdagang produk digital nan dibuat satu kali, tapi bisa digunbakal berkali-kali.
4. Mulai Investasi
Jika dulu orang tua menyarankan untuk menabung agar sigap kaya, sekarang menabung tidak cukup untuk memusuh inflasi. Uang nan Anda simpan di tabungan biasanya bakal mengalami penurunan nilai dari tahun ke tahun.
Mulai tahun 2026, cari tahu profil akibat investasimu. Jika tetap belajar, simpan uangmu dalam corak emas alias logam mulia, Reksa Dana Pasar Uang (RDPU), alias Surat Berharga Negara (SBN).
Kamu nan sudah terbiasa dengan akibat tinggi bisa berinvestasi di saham dengan memandang rekomendasi saham nan bagus untuk jnomor panjang alias melakukan kajian sendiri.
Penggunaan teknik Dollar Cost Averaging (DCA), ialah berinvestasi secara rutin dengan jumlah sama setiap bulan tanpa memperhatikan nilai pasar juga bisa menjadi langkah investasi.
5. Lunasi Hutang dengan Bunga Tinggi
Ingin sigap kaya? Lunasi dulu hutang nan bunganya tinggi, seperti paylater dan tagihan kartu kredit. Tahun depan, prioritaskan budget untuk melunasi hutang-hutang tersebut.
Semakin lama Anda mengambil tenor pemgaji dan menunda pelunasannya, semakin besar pula kembang nan kudu Anda bayar.
Apalagi jika hutang tersebut tidak digunbakal untuk hal-hal nan produktif tetapi justru hutang konsumtif seperti membeli handphone, pakaian, tas, dan kebutuhan sekunder nan sifatnya hiburan. 💅
Untuk mendapatkan semangat melunasi hutang, mulailah dengan bayar hutang nan paling kecil. Cara lainnya adalah dengan melunasi hutang nan bunganya paling tinggi agar uangmu bisa lebih banyak dihemat.
6. Loud Budgeting
Pernah mendengar istilah “loud budgeting”? Istilah nan sedang trend di kalangan gen Z ini merupbakal suatu teknik pengelolaan finansial nan menolak kesempatan-kesempatan sosial.
Dengan loud budgeting, Anda bisa berkomunikasi secara terbuka dan percaya diri tentang anggaran nan sudah disusun. Tren kejujuran finansial ini sebenarnya sehat, lho.
Misalnya saja ada kawan nan mengajakmu nongkrong, padahal sudah akhir bulan. Dengan menerapkan loud budgeting, Anda bisa langsung menolak rayuan tersebut sembari mengemukbakal argumen bahwa finansial sudah menipis.
Secara mental, Anda jadi lebih tenang walaupun ada kesempatan nan hilang. Percayalah, ini bukan lantaran Anda pelit tapi lantaran sudah mengerti dengan prioritas keuangan.
Tapi, tetaplah berupaya untuk menyeimbangkan antara menabung dan melakukan perihal lain nan membuatmu bahagia.
Elizabeth Schwab, Ketua Program Divisi Behavioral Economics dan Business Psychology di The Chicago School mengungkapkan bahwa “terus-menerus menolak semua undangan sosial bakal memberikan akibat pada kondisi sosial dan emosional.”
7. Say “No” to Pinjol (Pinjkondusif Online)
Jebbakal maut pinjol legal alias terlarangan bisa menghalang seseorang agar sigap kaya. Saat ini, sangat mudah mendapatkan pinjkondusif duit dalam jumlah besar. Hanya dengan mengunggah info diri dan mengeklik beberapa pernyataan, duit langsung masuk ke rekening.
Tapi, pernahkah Anda menghitung kembang nan wajib dibayar berbarengan dengan pokok pinjaman? Seringkali kembang nan sangat tinggi tidak disadari oleh peminjam.
Berjanjilah pada diri sendiri untuk tidak mencoba-coba pinjol, apalagi hanya demi memenuhi style hidup. Jika Anda menginginkan sesuatu tapi belum mempunyai biaya nan cukup, artinya Anda belum bisa membelinya.
Bersabarlah dan kumpulkan duit dengan langkah lain, bukan dengan pinjol. 🏧
8. Konsultasi pada Perencana Keuangan (Financial Planner)
Konsultasi pada orang nan mengerti tentang finansial bisa memberikan Anda perspektif pandang baru. Misalnya Anda mau bertanya mengenai strategi finansial saat pensiun, asuransi, pajak, angsuran rumah, angsuran kendaraan, dan beragam perihal lainnya.
Apakah untuk datang ke perencana finansial kudu dalam kondisi kaya? Jawabannya tentu tidak. Justru saat kondisi keuanganmu tidak bagus dan bermasalah, ini lah waktu nan tepat untuk meminta support ahlinya.
Jika malu untuk berjumpa langsung, manfaatkan jasa perencana finansial secara digital nan biasanya lebih terjangkau.
9. Berani Menolak Orang nan Berhutang
Membantu orang nan kesulitan finansial memang perbuatan terpuji. Namun, Anda kudu memperhatikan keahlian finansialmu.
Terkadang, meminjamkan duit pada kerabat alias kawan berujung pada rusaknya hubungan. Jangan sampai rasa tidak lezat menolak kawan alias kerabat nan berhutang justru membikin kondisi keuanganmu berantakan.
Berani berbicara “tidak” jika ada nan meminjam duit bakal menyelamatkan keuanganmu. Apalagi jika kondisi keuanganmu tetap berantakan.
Jika tidak tega dengan orang nan datang, Anda dapat menerapkan konsep “uang ikhlas” dengan memberikan sedikit duit dari nominal nan mau dipinjam tanpa berambisi dikembalikan. Cara ini bakal lebih kondusif untuk kesehatan keuanganmu dan pastinya juga kesehatan mental.
10. Menabung Rutin
Masih menunggu sisa duit bulanan saat bakal menabung? Di tahun 2026 nanti, ubah langkah ini dengan resolusi langkah menabung nan baru.
Alih-alih menunggu duit nan tersisa setelah dibelanjbakal pada bulan tersebut, langsung alokasikan duit gajian alias kiriman dari orang tua untuk ditabung. 💱
Konsistensi nan Anda buat di awal tahun bakal memberikan akibat positif bagi kondisi keuanganmu.
11. Jangan Terjebak Flash Sale
Salah satu gerbang untuk shopping impulsif adalah potongan nilai kilat atau flash sale. Biasanya, e-commerce mengadbakal program ini untuk menjual beragam macam peralatan dengan nilai sangat murah.
Dengan periode promo terbatas, rasa takut ketinggalan bakal muncul dan Anda pun jadi terpacu untuk segera membelinya. Padahal, sebenarnya Anda tidak terlampau memerlukan barang tersebut.
Di satu sisi, Anda bakal merasa “untung” bisa mendapatkan peralatan dengan nilai murah. Padahal, sebenarnya Anda sedang “rugi” lantaran mengeluarkan duit untuk membeli peralatan nan tidak benar-betul Anda perlukan. Akhirnya, aletak finansial jadi berantbakal dan sasaran keuanganmu bisa kandas tercapai.
Sebenarnya, boleh saja membeli peralatan saat flash sale. Tapi pastikan bahwa peralatan tersebut memang bakal Anda gunakan.
Tipsnya adalah dengan mencatat peralatan apa saja nan bakal Anda perlukan beberapa bulan ke depan, kemudian amankan dananya di rekening tertentu. Nantinya jika ada flash sale nan berangkaian dengan peralatan impianmu, Anda bisa memperolehnya dengan nilai diskon. 🤑
Penutup
Apakah beragam referensi resolusi finansial di tahun 2026 tersebut sukses memotivasimu?
Pilih resolusi nan realistis untuk diterapkan, apalagi jika Anda belum pernah memulai kebiasaan baik. Perubahan besar bisa dimulai dengan menjalankan langkah-langkah mini secara konsisten.
Informasi lain mengenai pengpatokan keuangan, bumi kerja, dan bumi mahasiswa bisa Anda dapatkan di blog Mamikos. Semangat memperbaiki kondisi finansial, ya!
TikTokers are trying to save more money in 2024 with the help of the new “loud budgeting” trend [Daring]. Tautan: https://www.cnbc.com/select/what-is-loud-budgeting-trend-can-it-work/
Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:
Kost Jogja Murah
Kost Jakarta Murah
Kost Bandung Murah
Kost Denpasar Bali Murah
Kost Surabaya Murah
Kost Semarang Murah
Kost Mkepalang Murah
Kost Solo Murah
Kost Bekasi Murah
Kost Medan Murah
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·