Penerapan contoh pembelaliran STEM untuk anak SMP dapat membantu siswa memahami konsep pelaliran secara lebih utuh lantaran menggabungkan teori dan praktik melalui proyek sederhana nan aplikatif.
Melalui aktivitas proyek, anak SMP dapat langsung mengeksekusi buahpikiran dari konsep teori ke barang alias sistem nyata sehingga keahlian berpikir kritis, kreativitas, dan kerjasama mereka dapat berkembang dengan alami.
Artikel Mamikos ini bakal menyajikan 11 contoh pembelaliran STEM untuk anak SMP dengan proyek nyata sederhana nan dapat diterapkan di sekolah maupun di rumah. Yuk, simak selengkapnya! 


Apa itu STEM untuk Anak SMP?
Foto: Freepik
STEM merupbakal singkatan dari Science, Technology, Engineering, dan Mathematics nan diterapkan sebagai pendekatan pembelaliran terpadu untuk membantu siswa memahami konsep pelaliran secara lebih menyeluruh dan aplikatif.
Untuk anak SMP, penerapan STEM umumnya dilakukan melalui pembelaliran berpatokan proyek nan mendorong siswa belajar aktif melalui percobaan, perancangan, dan pemecahan masalah nyata.
Pendekatan ini sejalan dengan info nan dilansir dari lkondusif STISIP WIDURI nan menyebut bahwa pada usia SMP, siswa sedang berada dalam masa perkembangan kognitif nan kritis sehingga konsep STEM dapat membantu membangun fondasi nan kuat di bagian sains dan teknologi untuk studi mendalam di masa depan.
Melalui pendekatan ini, siswa dapat mengembangkan keahlian berpikir kritis, rasa mau tahu, serta kebiasaan bertanya dan mengkajian suatu kejadian secara logis berasas info dan pengamatan.
Pendekatan ini juga dinilai efektif untuk melatih kerja sama, komunikasi, dan tanggung jawab siswa, sehingga pembelaliran menjadi lebih berarti dan relevan dengan tantangan pendidikan masa kini.
Berbagai contoh berikut dapat dimanfaatkan sebagai media pembelaliran sederhana nan membantu siswa memahami konsep STEM melalui pengalkondusif langsung dan aktivitas berpatokan proyek.
1. Perancangan Jembatan Mini dari Kardus
Dalam pembelaliran ini, siswa diminta merancang dan membangun jembatan mini menggunbakal kardus jejak dan perekat. Kegiatan diawali dengan obrolan mengenai kegunaan jembatan serta beragam corak struktur nan sering digunbakal dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah itu, siswa merancang kreasi jembatan nan dianggap paling kuat berasas pemahkondusif awal mereka tentang beban dan keseimbangan. Setelah jembatan selesai dibuat, siswa melakukan uji kekuatan dengan menamapalagi beban secara berjenjang dan mencatat hasilnya.
Melalui aktivitas ini, siswa dapat memahami konsep style dan struktur gedung serta pentingnya kreasi dalam proses rekayasa. Proyek ini juga melibatkan penerapan matematika melalui kalkulasi beban dan sains dalam memahami tekanan serta daya tahan material.
2. Pembuatan Alat Penyaring Air Sederhana
Siswa diajak membikin perangkat penyaring air menggunbakal bahan-bahan sederhana seperti pasir, kerikil, kain, dan botol bekas.
Pada tahap awal, siswa mempelajari persoalan air keruh dan dampaknya bagi kesehatan serta lingkungan. Setelah itu, mereka merancang urutan lapisan penyaring berasas logika dan pengamatan.
Melalui percobaan ini, siswa dapat membandingkan hasil penyaringan dari beragam susunan bahan. Aktivitas ini membantu siswa memahami konsep filtrasi dalam sains, penerapan teknologi sederhana, serta pengolahan info hasil pengkajian menggunbakal matematika.
Selain itu, siswa juga belajar bahwa solusi ilmiah dapat dibuat dari bahan nan mudah ditemukan.
3. Mobil Mainan Bertenaga Dorong Udara
Dalam proyek ini, siswa membikin mobil mainan sederhana nan dapat bergerak menggunbakal dorongan udara dari balon. Mereka merancang badan mobil, menentukan posisi roda, dan memasang balon sebagai sumber tenaga. Proses ini mendorong siswa berpikir tentang hubungan antara kreasi dan gerak.
Setelah mobil diuji coba, siswa mengameninggal dan mencatat jarak tempuh dan kestabilan mobil. Hasil pengkajian tersebut kemudian dikajian untuk mengetahui ftokoh apa saja nan memengaruhi gerbakal mobil.
Kegiatan ini mengintegrasikan konsep sains tentang style dan energi, teknik dalam perancangan alat, serta matematika melalui pengukuran jarak dan pertimpalan hasil.
4. Menara Sedotan dengan Tinggi Maksimal
Siswa diminta membangun menara setinggi mungkin menggunbakal sedotan dan selotip dengan bpemimpin jumlah bahan tertentu. Kegiatan ini diawali dengan perencanaan kreasi menara nan dianggap stabil dan efisien. Siswa bekerja dalam golongan untuk menyusun struktur nan tidak mudah roboh.
Setelah menara selesai, siswa mengukur tinggi menara dan mengevaluasi kestabilannya. Dari proyek ini, siswa belajar mengenai struktur bangunan, keseimbangan, dan pemanfaatan corak geometri.
Matematika digunbakal untuk mengukur tinggi dan membandingkan hasil antar kelompok, sementara teknik dan sains diterapkan dalam proses konstruksi.
5. Pengenalan Sistem Hidroponik Sederhana
Pada aktivitas ini, siswa mempelajari sistem hidroponik sederhana dengan menanam sayuran menggunbakal media air nan diberi nutrisi. Sistem dapat dibuat dari botol plastik bekas, sumbu kain, dan larutan nutrisi sederhana.
Melalui aktivitas ini, siswa diperkenalkan pada konsep budidaya tankondusif tanpa tanah serta pentingnya air dan nutrisi dalam pertumbuhan tanaman. Selama proses pengamatan, siswa mencatat perubahan tinggi tankondusif dan kondisi daun dalam kurun waktu tertentu.
Data hasil pengkajian kemudian digunbakal untuk memahami faktor-ftokoh nan memengaruhi pertumbuhan tankondusif pada sistem hidroponik.
Melalui aktivitas ini, siswa dapat mengembangkan pemahkondusif tentang biologi tanaman, penerapan teknologi sederhana, serta penggunaan matematika dalam pencatatan dan kajian info pertumbuhan.
6. Pembuatan Kipas Angin Mini Bertenaga Baterai
Siswa merancang kipas angin mini sederhana menggunbakal baterai sebagai sumber daya dengan memanfaatkan motor DC mini dan baling-baling plastik.
Motor DC mini merupbakal motor listrik mini nan dapat berputar saat dihubungkan dengan baterai, sehingga bisa mengubah daya listrik menjadi daya gerak.
Kegiatan ini diawali dengan pengenalan konsep konversi energi, ialah perubahan daya kimia dari baterai menjadi daya listrik, nan kemudian diubah oleh motor DC menjadi daya kinetik (energi gerak) pada baling-baling.
Setelah kipas selesai dirakit, siswa dapat mengameninggal gimana kecepatan putaran dipengaruhi oleh besarnya tegangan listrik
Melalui aktivitas ini, siswa dapat memahami konsep daya listrik, penerapan teknologi sederhana, serta penggunaan matematika dalam pengkajian dan pertimpalan hasil.
7. Pembuatan Kotak Pendingin Sederhana
Siswa merancang kotak pendingin menggunbakal bahan isolator seperti styrofoam dan aluminium foil untuk menghalang perpindahan kalor. Proyek ini membantu siswa memahami penerapan konsep konduksi dan radiasi dalam menjaga suhu agar tetap stabil.
Melalui pengkajian lama es memperkuat di dalam kotak, siswa belajar melakukan kajian info dan membandingkan efektivitas bahan. Aktivitas ini memberikan pengalkondusif nyata mengenai prinsip dasar termodinamika nan sering ditemui dalam teknologi penyimpanan bahan pangan.
8. Perancangan Rumah Mini dari Kardus
Pada aktivitas ini, siswa merancang model rumah mini dari kardus nan dilengkapi dengan sistem pencahayaan sederhana menggunbakal lampu LED dan baterai kecil.
Siswa diajak memahami perbedaan konsumsi daya antara lampu LED dan lampu biasa, serta pentingnya penggunaan daya secara efisien dalam kehidupan sehari-hari.
Selain merancang corak rumah, siswa juga menentukan posisi lampu dan jendela agar sinar lampu dan sinar alami dapat dimanfaatkan secara optimal. Setelah rangkaian lampu terpasang, siswa melakukan pengkajian terhadap lama penggunaan baterai dan tingkat pencahayaan nan dihasilkan.
Data tersebut digunbakal untuk membandingkan efisiensi pencahayaan berasas kreasi rumah dan jenis lampu nan digunakan. Melalui aktivitas ini, siswa dapat memahami konsep daya listrik, penerapan teknologi sederhana, serta penggunaan matematika dalam mencatat dan mengkajian hasil percobaan.
9. Pembuatan Sistem Penyiram Tankondusif Otomatis Sederhana
Pada aktivitas ini, siswa merancang sistem penyiram tankondusif sederhana nan bekerja berasas aliran air alias timer manual.
Siswa diajak memahami persoalan perawatan tankondusif dan pentingnya penyirkondusif nan teratur. Dari situ, mereka merancang perangkat menggunbakal botol bekas, selang kecil, dan pengatur aliran air sederhana.
Setelah sistem selesai dibuat, siswa mengameninggal efektivitas perangkat dalam menyiram tankondusif dan mencatat perbedaan kondisi tankondusif sebelum dan sesudah penggunaan alat.
Melalui aktivitas ini, siswa dapat memahami konsep sains tentang kebutuhan air tanaman, penerapan teknik dalam merancang sistem sederhana, serta penggunaan matematika untuk mengukur volume dan waktu penyiraman.
10. Pembuatan Jam Matahari Sederhana
Siswa membikin jam mentari menggunbakal papan kayu alias kertas tebal dan batang mini sebagai penunjuk bayangan. Proyek ini mengajarkan hubungan antara rotasi Bumi, posisi matahari, dan waktu.
Dalam proyek ini, siswa tidak hanya mengameninggal bayangan, tetapi juga menerapkan matematika dengan menghitung dan menggambar perspektif pembagian waktu pada papan jam matahari.
Siswa juga belajar konsep sains mengenai mobilitas semu harian mentari dan gimana kemiringan sumbu Bumi memengaruhi panjang bayangan.
Melalui aktivitas ini, siswa melatih ketelitian dalam melakukan pengkajian berkala dan memahami bahwa teknologi navigasi antik didasarkan pada kalkulasi info alam nan akurat.
11. Simulasi Sistem Lampu Lalu Lintas Manual
Siswa mensimulasikan urutan lampu lampau lintas untuk mempelajari logika sistem dan algoritma sederhana. Proyek ini menekankan pada pentingnya logika urutan agar sebuah sistem teknologi dapat bekerja secara teratur dan aman.
Selain memahami rangkaian energi, siswa juga melatih keahlian berpikir komputasional dalam mengatur lama waktu nyala lampu. Hal ini memberikan pemahkondusif mendalam tentang peran teknologi dan rekayasa dalam menciptbakal ketertiban di akomodasi umum.
Tips Menerapkan Pembelaliran STEM untuk Anak SMP
Penerapan pembelaliran STEM di jenjang SMP sebaiknya dimulai dari proyek sederhana nan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Guru perlu menyesuaikan tingkat kesulitan aktivitas dengan keahlian siswa agar proses belajar tetap menyenangkan dan tidak membebani.
Pemilihan perangkat dan bahan juga disarankan menggunbakal material nan mudah ditemukan serta kondusif digunbakal di lingkungan sekolah maupun rumah.
Selain itu, dalam beragam contoh pembelaliran STEM untuk anak SMP di atas, proses pembelaliran bakal lebih efektif jika siswa dilibatkan dalam kerja golongan dan diskusi. Guru dapat mendorong siswa untuk mencatat hasil pengamatan, membandingkan data, dan menarik konklusi sederhana.
Dengan langkah ini, siswa tidak hanya memahami konsep pelajaran, tetapi juga terbiasa berpikir logis, bekerja sama, dan menyelesaikan masalah secara sistematis.
Penutup
Contoh pembelaliran STEM untuk anak SMP di atas dapat menjadi langkah nan efektif untuk mendukung proses belajar di sekolah maupun di rumah. Melalui proyek sederhana, siswa dapat memahami konsep secara aplikatif.
Yuk, mulai terapkan pembelaliran STEM dan ciptbakal pengalkondusif belajar nan lebih menyenangkan bagi siswa. 


Referensi:
Memperkenalkan Konsep STEM Sejak Dini di SMP [Daring]. Tautan: https://stisipwiduri.ac.id/memperkenalkan-konsep-stem-sejak-dini-di-smp/
5 Manfaat Pendidikan STEM dan Cara Penerapannya [Daring]. Tautan: https://guruberdaya.org/5-manfaat-pendidikan-stem-dan-cara-penerapannya/
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya
Kost Dekat Unesa Surabaya
Kost Dekat UNAIR Surabaya
Kost Dekat UIN Jakarta

The post 11 Contoh Pembelaliran STEM untuk Anak SMP dengan Proyek Sederhana appeared first on Blog Mamikos.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·