11 Contoh Pembelajaran Stem Di Sma Lengkap Dengan Ide Proyek Nyata

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Banyak siswa maupun pembimbing mencari contoh pembelaliran STEM di SMA untuk dijadikan referensi dalam aktivitas belajar mengajar. 

Pendekatan STEM di SMA nan mengintegrasikan Sains, Teknologi, Teknik (Engineering), dan Matematika mendorong siswa berpikir kritis, kolaboratif, dan imajinatif untuk menghadapi tantangan masa depan.

Artikel Mamikos ini bakal menyajikan 11 contoh pembelaliran STEM di SMA komplit dengan buahpikiran proyek nyata nan dapat dijadikan referensi. Yuk, simak selengkapnya! 💡📐📚

Apa itu Pembelaliran STEM dan Mengapa Penting?

Foto: Freepik

Dikutip dari lkondusif SMA Plus Darma Siswa, pembelaliran STEM merupbakal pendekatan pendidikan nan mengintegrasikan 4 (empat) bagian pengetahuan utama, ialah Sains, Teknologi, Teknik (Engineering), dan Matematika, guna memecahkan masalah nyata secara kolaboratif dan kreatif.

Pendekatan ini mendorong kerja sama tim, eksperimen, desain, hingga perulangan solusi sehingga siswa belajar proses berpikir ilmiah sekaligus keahlian teknis. STEM menekankan kerjasama dan proyek berpatokan tim nan melatih keahlian komunikasi dan kepemimpinan siswa.

Di level SMA, pembelaliran STEM dapat membantu siswa membikin pilihan bidang nan lebih matang di perguruan tinggi dan mempersiapkan mereka terhadap bumi kerja nan semakin menuntut keahlian teknis dan analitis. 

Selain itu, sejumlah program pendidikan di Indonesia mulai mendorong sekolah untuk mengmengambil pendekatan ini agar pembelaliran menjadi lebih relevan dengan kebutuhan siswa.

Prinsip Dasar saat Merancang Proyek STEM di SMA

Ketika merancang proyek, pembimbing dapat memperhatikan beberapa prinsip, mulai dari relevansi konteks lokal, integrasi lintas mata pelajaran, pendekatan berpatokan masalah, hingga penilaian nan menilai proses serta produk. 

Proyek perlu memberi ruang bagi eksperimen, kegagalan nan membangun, dan proses perbaikan berkelanjutan.

Dengan pendekatan ini, siswa dapat belajar dari proses sekaligus menghasilkan karya nan relevan dengan konteks sekolah. Di bawah ini disajikan 11 contoh pembelaliran STEM di SMA beserta penjelasannya.

1. Proyek Hidroponik Sekolah untuk Ketahanan Pangan

Siswa merancang sistem hidroponik skala mini menggunbakal botol bekas, pipa PVC, dan pompa air sederhana. Dalam tahap awal, golongan siswa membikin rancangan sistem, menghitung kebutuhan nutrisi dan debit air, lampau membikin prototipe nan diuji di lingkungan sekolah. 

Proses ini melatih keahlian sains (memahami nutrisi tanaman), teknologi (memilih dan memasang pompa sederhana), engineering (merancang aliran air dan penyangga tanaman), serta matematika (menghitung rasio nutrisi dan volume). Kegiatan ini juga bisa dikaitkan dengan pelaliran biologi dan matematika sehingga interdisipliner.

Setelah sistem berjalan, tugas siswa adalah mengukur pertumbuhan tanaman, mencatat data, mengkajian pengaruh ragam nutrisi alias intensitas cahaya, dan mempresentasikan hasilnya di depan kelas.

Hasil panen dapat dijual di kantin sekolah sebagai program kewirausahaan mini sehingga siswa belajar siklus produksi dan pemasaran.

Proyek seperti ini praktis, murah, dan dapat diulang tiap semester sehingga ideal sebagai salah satu contoh pembelaliran STEM di SMA nan berakibat langsung ke lingkungan sekolah. 

2. Pembuatan Alat Pengukur Kualitas Air 

Kelompok siswa merancang perangkat sederhana untuk mengukur kualitas air menggunbakal sensor dan mikrokontroler (seperti Arduino alias ESP32) nan dapat dikoneksikan ke sebuah aplikasi.

Langkah awal meliputi riset literatur sederhana, pemilihan sensor, perakitan rangkaian, dan pengetesan lapangan di saluran air sekitar sekolah. Kegiatan ini menggabungkan sains lingkungan, elektronik dasar, pemrograman, dan teknik data.

Setelah perangkat berfungsi, siswa melakukan pengukuran berkala, menyusun laporan kualitas air, dan merekomendasikan langkah sederhana untuk perbaikan lingkungan setempat. Proyek ini dapat bekerja sama dengan organisasi lokal alias dinas lingkungan sehingga hasilnya mempunyai nilai faedah sosial. 

Contoh pembelaliran STEM di SMA seperti ini membantu siswa memahami masalah lingkungan sembari melatih keahlian teknis nan relevan. 

3. Desain Jembatan Miniatur untuk Mempelajari Struktur dan Gaya

Siswa diminta merancang dan membangun jembatan miniatur dari bahan sederhana seperti stik es krim, lem, dan kawat, lampau diuji beban hingga titik kegagalan. 

Fase perancangan mengajarkan konsep fisika gaya, momen lentur, dan kekuatan material. Fase bangunan melatih ketelitian dan kerja tim. Sementara itu, fase pengetesan memicu obrolan ilmiah tentang hasil dan perbaikan desain.

Guru memberi rubrik penilaian nan mencakup aspek kekuatan, efisiensi bahan, dan pengarsipan proses.

Di akhir proyek, setiap tim menyusun laporan ilmiah nan berisi hipotesis, metodologi, hasil uji, kajian statistik sederhana, dan rekomendasi perbaikan. Presentasi hasil di depan kelas mengasah keahlian komunikasi sains. 

Proyek jembatan ini termasuk contoh pembelaliran STEM di SMA nan mudah disesuaikan dengan anggaran dan cocok untuk memperkenalkan konsep engineering dengan langkah menyenangkan. 

4. Aplikasi Mobile untuk Solusi Lingkungan 

Siswa merancang aplikasi sederhana alias prototipe UI/UX nan membantu manajemen sampah di sekolah, misalnya sistem pengelompokkan sampah, penjadwalan pengambilan sampah, alias program reward untuk kelas nan paling bersih. 

Tahapan meliputi identifikasi masalah, pembuatan user journey, kreasi antarmuka, dan pembuatan prototipe interaktif menggunbakal tools gratis. Selain teknologi, proyek ini menstimulus riset sosial lantaran siswa kudu wawancara pengguna potensial seperti pembimbing dan satpam. 

Setelah prototipe dibuat, siswa melakukan uji coba skala mini di lingkungan sekolah, mengumpulkan feedback, dan melakukan iterasi. Mereka juga bisa menamapalagi integrasi sederhana seperti pemberitahuan via WA alias Telegram sehingga solusi lebih mudah diadopsi. 

5. Robot Pendeteksi Halangan

Dalam proyek ini, siswa merakit robot mini nan bisa mendeteksi dan menghindari halangan alias halangan menggunbakal sensor ultrasonik serta membikin algoritma kontrol dasar. 

Kegiatan dimulai dari pemahkondusif sensor, logika kontrol, hingga perancangan mekanik roda dan rangka. Selain aspek teknis, siswa kudu membikin pengarsipan perencanaan serta uji coba di lapangan seperti lorong sekolah alias halaman. 

Evaluasi meliputi efektivitas deteksi, respons sistem terhadap obstacle, efisiensi baterai, dan keahlian tim mempresentasikan proses pembuatan. Untuk menambah tantangan, pembimbing dapat memasukkan skenario kejuaraan antar tim. 

Robot sederhana ini berfaedah sebagai contoh pembelaliran STEM di SMA lantaran menggabungkan elektronik, pemrograman, dan pemecahan masalah nyata. 

6. Eksperimen Energi Terbarukan: Turbin Angin Mini alias Panel Surya Portable

Siswa membikin turbin angin mini dari bahan daur ulang alias merakit panel surya portable untuk menyalbakal lampu LED. Prosesnya mencakup studi tentang konversi energi, efisiensi, dan ftokoh lingkungan seperti kecepatan angin alias intensitas cahaya. 

Di samping itu, siswa menghitung matematis output daya dan merancang sistem penyangga alias penempatan terbaik.

Setelah instalasi, tugas siswa mengumpulkan info produksi energi, mengkajian degradasi performa, dan membikin rekomendasi penggunaan di skala sekolah, misalnya untuk lampu taman. Proyek ini memberikan wawasan praktis mengenai rumor daya dan sustainability.

7. Pemantauan Kualitas Udara Sekolah dengan Sensor Sederhana

Siswa membangun stasiun monitoring kualitas udara menggunbakal sensor gas sederhana untuk mengukur parameter seperti PM2.5 alias CO2, kemudian membikin dashboard sederhana untuk visualisasi data.

Aktivitas ini menggabungkan pengukuran ilmiah, pemrogrkondusif untuk memproses data, dan kajian statistik sederhana untuk mengetahui perubahan kualitas udara pada waktu nan berbeda.

Hasil pengukuran dapat dimanfaatkan untuk mendorong kebijbakal sederhana di sekolah, seperti mengurangi pembakaran sampah di area tertentu.

Selain itu, siswa juga dapat diminta menyusun rekomendasi berpatokan data, misalnya mengusulkan langkah mitigasi polusi nan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah.

8. Proyek Matematika Terapan: Analisis Data Perilsaya Siswa

Kelompok siswa mengumpulkan dataset sederhana tentang kebiasaan belajar kawan sekelas, waktu tidur, alias pola penggunaan gadget, lampau menerapkan kajian statistik dasar untuk menemukan hubungan dengan hasil belajar.

Proyek ini mengajarkan konsep statistik, validitas data, etik pengumpulan data, dan langkah menyajikan hasil secara visual. Hasil kajian dapat menjadi dasar program peningkatan kebiasaan belajar sekolah. 

Siswa wajib menulis laporan nan memtelaah metodologi pengumpulan data, uji dugaan sederhana, interpretasi hubungan versus sebab-akibat, dan rekomendasi kebijakan. Proyek matematika terapan seperti ini memperlihatkan bahwa matematika berfaedah untuk mengkajian masalah sehari-hari.

9. Bioteknologi Sederhana: Uji Kualitas Air Tanah untuk Kebun Sekolah

Siswa melakukan uji sederhana seperti tes pH, uji keberadaan nitrat, dan pengkajian mikroorganisme dasar dari sampel tanah alias air lahan sekolah. Kegiatan diawali dengan perancangan sampling, prosedur laboratorium sederhana nan aman, serta pencatatan hasil nan terstruktur. 

Keterkaitan antara sains dasar dan teknik pengambilan sampel membikin proyek ini kaya pembelaliran ilmiah. Setelah analisis, tim menyusun rekomendasi pemanfaatan lahan alias perbaikan kualitas tanah untuk kebun sekolah. 

Mereka juga dapat menghubungkan hasil dengan mata pelaliran lain seperti kimia dan biologi sehingga proses pembelaliran menjadi lintas disiplin. 

10. Desain dan Uji Produk Prakarya: Alat Pembuka Botol Energi Terbarukan

Siswa merancang perangkat sederhana nan memanfaatkan daya mekanik alias potensial untuk membuka botol dalam skenario kantin sekolah.

Tahapannya meliputi brainstorming, pembuatan prototipe, dan uji ergonomi. Meskipun sederhana, proyek ini mengajarkan siklus kreasi produk, mulai dari identifikasi kebutuhan, prototyping, pengetesan pengguna, dan iterasi.

Evaluasi konsentrasi pada kegunaan, keamanan, dan efisiensi penggunaan bahan sehingga siswa belajar memikirkan aspek engineering dan etika penggunaan material.

Aktivitas seperti ini mudah dilakukan di ruang prakarya dan cocok menjadi salah satu contoh pembelaliran STEM di SMA nan menggabungkan produktivitas dan keahlian teknis. 

11. Kampanye Sains Publik: Poster Interaktif dan Infografik tentang Isu Lingkungan

Siswa membikin poster interaktif alias infografik digital nan menjelaskan rumor lingkungan lokal, misalnya akibat sampah plastik, alias pentingnya konservasi air.

Proses pembuatan memerlukan riset, sintesis informasi, dan keahlian kreasi komunikasi agar pesan tersampaikan secara efektif. Selain itu, siswa belajar menyederhanbakal info ilmiah untuk publik. 

Setelah pembuatan, karya dipasang di ruang publik sekolah alias dibagikan via akun resmi sekolah, lampau siswa mengevaluasi sejauh mana pesan dapat mengubah perilsaya audiens melalui survei singkat.

Kegiatan ini menggabungkan sains, teknologi (tools desain), dan aspek sosial sehingga termasuk contoh pembelaliran STEM di SMA nan berakibat pada literasi masyarakat.

Penutup

Berbagai contoh pembelaliran STEM di SMA menunjukkan bahwa proses belajar tidak kudu selampau berpusat pada teori di kelas. 

Melalui proyek-proyek pembelajaran sederhana dan kontekstual, siswa dapat mengembangkan keahlian berpikir kritis, kerja sama, serta keahlian memecahkan masalah nan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Dengan penerapan nan konsisten dan support guru, pembelaliran STEM dapat menjadi sarana efektif untuk menyiapkan siswa menghadapi tantangan pendidikan dan bumi kerja di masa depan. 

Yuk, mulai terapkan satu proyek STEM sederhana di sekolah dan rasbakal langsung akibat positifnya dalam proses belajar mengajar. 💡📐📚


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta

Selengkapnya
Sumber mamikos
-->